Imbas Sanksi Dagang Amerika, Iran Mau Buka Kantor Dagang di Cina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera Iran di IAEA. Sumber: REUTERS/Leonhard Foeger/usnews.com

    Ilustrasi bendera Iran di IAEA. Sumber: REUTERS/Leonhard Foeger/usnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran sedang berupaya untuk membuka kantor dagang di Cina guna melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan pelat merah berskala besar.

    Anggota Dewan Direktur Kamar Dagang Iran, Gholam Hossein Jamili kemarin, 21 Juli 2020 seperti dilaporkan Mehr News.

    Jamili menjelaskan, perusahaan-perusahaan Iran dalam tekanan untuk mengikuti pasar internasional dan Kamar Dagang Iran telah diberi tugas untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk pembukaan kantor dagang di Cina.

    Kamar Dagang Iran, kata Jamili, berencana membangun jalan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan komersial dengan Cina.

    Dalam jangka panjang Iran berencana mengikutsertakan perusahaan-perusahaan besar untuk dapat berkontribusi dengan menyediakan pelayanan berkualitas.

    Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi dagang terhadap Iran setelah Iran meliputi sektor minyak, industri transportasi kapal dan keuangan.

    Sanksi ini diberlakukan setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran. Amerika ingin sanksi berat ini membuat Iran meninggalkan arah kebijakan revolusionernya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.