Perdana Menteri Yaman Tuding Qatar Dukung Milisi Houthi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rudal balistik yang ditembakkan milisi Houthi Yaman mengakibatkan kerusakan rumah di Riyadh, Arab Saudi. [Faisal Al Nasser/Reuters]

    Sebuah rudal balistik yang ditembakkan milisi Houthi Yaman mengakibatkan kerusakan rumah di Riyadh, Arab Saudi. [Faisal Al Nasser/Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Yaman Abdul Malik Saeed menuding Qatar mendukung milisi bersenjata Houthi untuk membuat rusuh di berbagai tempat di negaranya.

    ""Doha mendukung milisi Houthi dengan uang, senjata, media, dan hubungan, dan bekerja untuk mendestabilisasi Yaman," kata Saeed sebagaimana dilaporkan Al Arabiya, 21 Juli 2020.

    Menurut Saeed, kebijakan Qatar dengan mendukung milisi Houthi untuk melemahkan pengakuan internasional terhadap pemerintah Yaman, mencegah upaya merestorasi negara.

    Saeed yang baru kembali dari kunjungannya ke Mesir mengatakan, Qatar mendukung Houthi menjadi jelas setelah negara-negara Arab memboikot Doha.

    Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, menutup perbatasan dan langit, serta menerapkan blokade ekonomi yang berlaku sampai saat ini.

    Aliansi Qatar dengan Iran juga menjadi perhatian khusus negara-negara untuk waspada atas ambisi Teheran di Teluk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.