Arab Saudi Umumkan Idul Adha Jatuh pada 31 Juli

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Al-Azhar pusat, Jakarta Selatan, 1 September 2017. Sebanyak 200 ekor kambing dan 23 ekor sapi direncanakan akan dipotong hari ini. TEMPO/ADAM PRIREZA

    Suasana pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Al-Azhar pusat, Jakarta Selatan, 1 September 2017. Sebanyak 200 ekor kambing dan 23 ekor sapi direncanakan akan dipotong hari ini. TEMPO/ADAM PRIREZA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Agung Arab Saudi pada Senin, 20 Juli 2020 mengumumkan bulan Dzulhijjah akan dimulai pada Rabu, 22 Juli 2020 dan wukuf  akan jatuh pada Kamis, 30 Juli 2020. Dengan begitu, hari raya Idul Adha akan jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020.

    Jamaah yang memenuhi syarat untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini, diminta untuk melakukan karantina mandiri di rumah tujuh hari sebelum berangkat ke Mekah untuk menunaikan haji. Otoritas Arab Saudi memastikan sudah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan dan menjaga keselamatan mereka yang haji di tengah pandemik virus corona ini.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melaksanakan salat Idul Adha 10 Dzulhijah 1440 Hijriah Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu (11/8/19).

    Dikutip dari arabnews.com, Eid bin Saad Al-Otaibi, Direktur Kepolisian untuk kawasan Mekah mengatakan pihaknya juga akan membuat langkah pengamanan demi mencegah mereka yang tidak punya izin, masuk ke kota suci Mekah. Aparat keamanan dipastikan berjaga di titik-titik jalan yang mengarah ke kota Mekah.

    Menurut Eid bin Saad Al-Otaibi, pos pemeriksaan yang sudah ada, akan ditambah dan penambahan ini cukup banyak seperti penambahan di jalan-jalan sekitar kota suci Mekah dan kota-kota lain disekitarnya. Patroli akan dilakukan di jalan-jalan utama yang mengarah ke kota Mekah demi mencegah terjadinya pelanggaran.         

    Eid bin Saad Al-Otaibi menjelaskan ada 32 zona larangan yang sudah diberlakukan, pemantauan juga akan diperketat di area bukit-bukit seperti Jabal Rahmah dan rumah-rumah singgah demi menghentikan upaya orang-orang yang ingin menyelundup menjadi jamaah haji.

    “Segala upaya dilakukan untuk memutus kampanye haji palsu,” kata Eid bin Saad Al-Otaibi.

    Semasa pandemik virus corona ini, hanya mereka yang sudah punya izin memasuki Mekah dan Madina yang boleh menjalankan ibadah haji. Setiap pelanggaran yang dilakukan akan dikenai penalti.

    Eid bin Saad Al-Otaibi mendesak masyarakat yang terpilih untuk berhaji dan tidak bisa berangkat haji, agar sama-sama mematuhi aturan demi keamanan semua orang selama musim haji ini. Sekitar 160 calon jamaah haji dari berbagai warga negara terpilih menunaikan ibadah haji di tengah pandemik virus corona ini. Ke-160 calon jamaah itu adalah mereka yang saat ini menetap di Kerajaan Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.