Pemilik Restoran di New York Bakar Meja Nomor Satu, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik restoran 75 Main, New York, merusak dan membakar meja favorit Jeffrey Epstein dan Harvey Weinstein. New York Post

    Pemilik restoran 75 Main, New York, merusak dan membakar meja favorit Jeffrey Epstein dan Harvey Weinstein. New York Post

    TEMPO.CO, New York – Seorang pemilik restoran di New Yok, Amerika Serikat, membakar meja yang kerap dikunjungi Jeffrey Epstein dan Harvey Weinstein.

    Zach Erdem melakukan ini untuk membuka lembaran baru restorannya agar tidak terkoneksi dengan dua tokoh industri keuangan dan film Hollywood di AS, yang masing-masing terlibat dalam skandal seks anak dan pelecehan seksual perempuan.

    “Pemilik resto 75 Main di Southhampton, Zach Erdem, mengatakan ingin menghapus nama keduanya dari sejarah restoran miliknya,” begitu dilansir CNN pada Senin, 20 Juli 2020.

    Erdem mengatakan Epstein dan Weinstein sering mengunjungi meja nomor 1 saat mengunjungi restoran 75 Main.

    “Saat saya berpikir soal ini, soal Jeffrey Epstein sering memesan meja ini, yang bisa saya pikir adalah saya perlu membakar meja ini untuk memastikan tidak ada yang mencemarkan nama restoran saya,” kata Erdem, 39 tahun.

    Erdem mengatakan dia mengambil palu, dan bensin, lalu merusak meja itu dan membakarnya. “Lalu saya lempar ke tempat sampah. Rasanya enak sekali. Sekarang saya tidak haru mengingat dua orang lelaki itu lagi,” kata dia.

    Epstein meninggal di rumah tahanan di New York saat menunggu persidangan kasus pelecehan seks anak pada Agustus 2019. Petugas mengatakan Epstein meninggal karena bunuh diri.

    Sedangkan Harvey Weinstein, yang dikenal sebagai produser Hollywood, terkena vonis 23 tahun di penjara karena melakukan tindak pidana seksual seperti pemerkosaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.