3 Negara Tetap Gelar Pemilu di Tengah Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bersama istrinya Ho Ching, saat tiba di tempat pemungutan suara saat pemilihan umum di Singapura, 10 Juli 2020. Sekitar 1.100 tempat pemungutan suara di seluruh negara-kota disiapkan untuk menggelar pemilu dengan mengedepankan protokol kesehatan. REUTERS/Edgar Su

    Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bersama istrinya Ho Ching, saat tiba di tempat pemungutan suara saat pemilihan umum di Singapura, 10 Juli 2020. Sekitar 1.100 tempat pemungutan suara di seluruh negara-kota disiapkan untuk menggelar pemilu dengan mengedepankan protokol kesehatan. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah tertunda dua kali, Suriah akhirnya pada Minggu 19 Juli 2020, menyelenggarakan pemilu parlemen. Pemilu yang seharusnya diselenggarakan pada April 2020 mengalami penundaan akibat pandemik virus corona.

    Pemilu parlemen yang diselenggarakan hari Minggu kemarin, diikuti oleh ribuan masyarakat Suriah. Total ada lebih dari 7 ribu TPS termasuk di area yang dulu dikuasai pemberontak. Samer Mahmoud, pemilik sebuah toko pakaian, mengaku mengikuti pemilu ini karena ingin kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Suriah.

    Pemilu parlemen Suriah diikuti oleh 1.600 calon anggota parlemen, yang memperebutkan 250 kursi. Pemilu ini di proyeksi tidak bakal memberikan kejutan atau hanya untuk menandai dua dekade berkuasanya Presiden Suriah Bashar al-Assad dari Partai Baath dan para sekutunya.   

    Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 19 Juli 2020 memberikan hak suaranya dalam pemilu parlemen yang sempat ditunda dua kali karena pandemik virus corona. Sumber: Reuters

    Selain Suriah, berikut tiga negara di dunia yang tetap menyelenggarakan pemilu di tengah pandemik virus corona.

    1. Polandia

    Polandia menyelenggarakan pemilu presiden pada 12 Juli 2020. Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengimbau masyarakat Polandia agar jangan takut berpartisipasi dalam pemilu presiden putaran kedua, yang diselenggarakan di tengah wabah virus corona. 

    Dalam pemilu presiden Polandia, Perdana Menteri Morawiecki berhadapan dengan Presiden incumbent Andrzej Duda. Keduanya tampak bersaing ketat dalam pemuli putaran dua melawan Wali Kota Warsawa, Rafal Trzaskowski. Pemilu putaran pertama Polania dilakukan pada 5 Juli 2020. 

    Pemilu Polandia akhirnya kembali dimenangkan oleh Presiden Duda, yang akan berkuasa hingga lima tahun ke depan.

    Seorang wanita duduk di kursi roda saat menggunakan hak suaranya pada pemilu di Singapura, 10 Juli 2020. REUTERS/Edgar Su

    1. Singapura

    Setelah sempat tarik-ulur, Singapura akhirnya menyelenggarakan pemilu parlemen pada 10 Juli 2020. Sekitar 1.100 TPS disiapkan di penjuru Singapura. Sehari setelah pelaksanaan pemilu, Partai berkuasa di Singapura, yakni Partai Aksi Rakyat atau People’s Action Party diketahui mendapatkan 83 dari total 93 kursi parlemen yang diperebutkan.

    1. Korea Selatan

    Pemerintah Korea Selatan pada 15 April 2020 tetap menggelar pemilu legislatif walaupun pandemik virus corona (Covid-19) masih mengancam. Mengutip Channel News Asia, kurang lebih 43,9 juta warga Korea Selatan terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu ini. 

    Korea Selatan telah menjadi negara pertama di dunia yang menyelanggarakan pemilu di tengah pandemi virus Corona. Walau begitu, Korea Selatan meyakinkan proses pemungutan suara dilakukan dengan berbagai pembatasan untuk memastikan tidak ada pemilih yang berdekatan selama pemungutan suara berlangsung. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.