Warga Desa di Kenya Menang Gugatan Pencemaran Timbal Rp 177,5 M

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis lingkungan Kenya, Phyllis Omido dan warga desa terpencil Owino Uhuru menggugat pemerintah dan pabrik aki baterei karena anak-anak mereka dan warga terkena racun timbal.. [CNN]

    Aktivis lingkungan Kenya, Phyllis Omido dan warga desa terpencil Owino Uhuru menggugat pemerintah dan pabrik aki baterei karena anak-anak mereka dan warga terkena racun timbal.. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Kenya memenangkan gugatan warga desa terpencil dengan memerintahkan pemerintah dan pabrik aki baterei daur ulang membayar dana kompensasi sebesar US$ 12 juta atau setara Rp 177,5 miliar kepada anak-anak dan warga desa yang keracunan timbal.

    Dana kompensasi diwajibkan dibayarkan dalam tempo 90 hari sejak diputuskan.

    Pengadilan yang mengeluarkan putusan pada hari Kamis, 16 Juli 2020 juga memerintahkan pemerintah untuk membersihkan desa terpencil di Mombosa, Owino Uhuru, dalam tempo 4 bulan lamanya.

    Aktivis lingkungan Phyllis Omido yang membantu warga melakukan gugatan terhadap pemerintah dan pemilik pabrik menuding keduanya merusak lingkungan dan Undang-Undang HAM dan meracun masyarakat dengan pencemaran timbal.

    Menurut Omido kepada CNN, banyak orang awalnya tidak percaya dirinya dan tentang timbal yang menerpa warga di desa terpencil itu.

    "Namun sekarang pengadilan melihat bahaya yang menerpa warga," kata Omido.

    Omido sebelumnya karyawan pabrik aki baterai daur ulang, Metal Refinery EPZ. Dia menjabat manajer hubungan komunitas di tahun 2009.

    Tiga bulan bekerja, Omido memutuskan berhenti dari pekerjaannya saat bayinya sakit. Dokter menemukan timbal saat dilakukan tes darah. Bayinya diduga terkena racun timbal saat meminum ASI ibunya.

    "Bayi saya sakit tetapi saya juga merasa tidak enak. Mata kami di pabrik berair dan bau dari pabrik menyengat. Hal ini membuat saya berpikir tentang apa yang mereka produksi," kata Omido.

    Ternyata, Omino tidak sendirian karena warga juga mengalami hal serupa. Dia memutuskan agar penduduk melakukan tes darah juga.

    Pabrik yang beroperasi secara ilegal selama 8 tahun akhirnya tutup pada tahun 2014.

    Puluhan warga kemudian menjalani tes darah atas bantuan pemerintah pada tahun 2015. Hasil tes menunjukkan level timbal dalam darah warga sudah berbahaya berdasarkan Pusat Pengawasan Penyakit Kenya.

    Di tahun yang sama, Omido meraih penghargaan 2015 Goldman Environmental Prize Winner dan dijuluki Erin Brockovich Afrika Timur.

    Omido menjelaskan dampak dari timbal di tubuh anak-anak desa terpencil masih ditemukan. Ratusan anak-anak yang terduga terkena racun timbal baterai masih menjalani tes darah.

    "Hal terpenting saat ini adalah menguji seluruh anak dan memastikan mereka yang terkenal memiliki akses untuk mendapat pengobatan dan membersihkan lingkungan sehingga masyarakat dapat hidup di tempat yang aman nantinya," ujar Omido.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.