Buntut Ledakan Misterius, Rudal Pertahanan Udara Iran Siap Tembak

Suasana uji coba rudal misil generasi terbaru dalam latihan militer di Teluk Oman, Iran, 17 Juni 2020. Latihan ini merupakan yang pertama setelah 19 tentaranya tewas tertembak rudal saat latihan perang pada Mei lalu. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Intelijen Amerika Serikat mengatakan Iran menyiagakan sistem rudal pertahanan udara dalam beberapa hari terakhir setelah ledakan di sejumlah situs militer dan nuklir penting, menurut pejabat AS yang memantau masalah ini.

Perubahan status siaga tinggi ini membuat baterai rudal darat-ke-udara siap tembak terhadap segala ancaman, menurut sumber kepada CNN, 16 Juli 2020.

Namun, pejabat itu tidak mengatakan dari mana AS menentukan indikator perubahan status ini, tetapi mengatakan data ini diperoleh dari pantauan satelit, pesawat mata-mata, dan kapal perang, yang beroperasi di langit dan perairan internasional dekat Iran.

Sejumlah pejabat AS yang dimintai konfirmasi tentang laporan intelijen peningkatan status Iran, menolak memaparkan lebih jauh.

Amerika telah menilai status siaga Iran bukan bagian dari latihan tetapi merupakan respon terhadap peristiwa baru-baru ini dan kegelisahan setelah beberapa ledakan misterius di berbagai fasilitas Iran bulan ini.

Kerusakan bangunan setelah kebakaran yang melanda fasilitas nuklir Iran, Natanz, di Isfahan, Iran, 2 Juli 2020.[Organisasi Energi Atom Iran/WANA/REUTERS]

Pertama kali dilaporkan pada akhir Juni, serangkaian ledakan di situs nuklir Iran dan infrastruktur strategis telah mengguncang Republik Islam Iran. Ledakan misterius telah berlangsung selama tiga minggu, mengklaim 21 korban Jiwa pada Selasa, menurut laporan Al Jazeera.

Ledakan di Iran secara tidak resmi dikaitkan dengan serangan siber Israel dan serangan rahasia oleh pasukan AS dan Israel. Rezim Iran telah bersumpah untuk membalas insiden tersebut, yang awalnya mengklaim ledakan-ledakan itu terkait dengan kecelakaan, kegagalan fungsi sistem dan alasan non-invasif lainnya.

Iran berupaya menjelaskan penyebab insiden-insiden itu, termasuk kebakaran yang menyebabkan kerusakan besar pada sebuah situs yang menjadi kunci program pengayaan uranium, yang memicu spekulasi adanya sabotase.

Spekulasi internasional berpusat pada teori bahwa Israel mungkin berada di belakang beberapa ledakan, meskipun para pejabat AS awalnya mengatakan Israel telah meyakinkan mereka bahwa mereka tidak bertanggung jawab.

Pejabat intelijen Timur Tengah mengatakan kepada New York Times bahwa kebakaran yang terjadi di situs nuklir Natanz di Iran dipicu oleh bom yang ditanam oleh Israel.

Namun, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz tidak mengesampingkan tuduhan itu ketika membahas masalah tersebut pada 5 Juli. "Tidak setiap insiden yang terjadi di Iran pasti ada hubungannya dengan kita...Semua sistem itu kompleks, mereka memiliki kendala keamanan sangat tinggi dan saya tidak yakin mereka selalu tahu cara menanganinya," kata Gantz.

Secara terbuka, AS belum mengomentari adanya koneksi Israel atas ledakan di Iran. Para pejabat tinggi AS berusaha untuk mempelajari lebih lanjut tentang ledakan dan siapa, atau apa, yang mungkin bertanggung jawab atas ledakan misterius di Iran, kata pejabat itu.






WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

2 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

1 hari lalu

Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

Baquer Namazi, 85 tahun, yang dipenjara di Iran atas tuduhan menjadi mata-mata Amerika Serikat, telah dibebaskan.


Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

1 hari lalu

Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

Anggota Parlemen Eropa asal Swedia memotong rambutnya saat berpidato sebagai solidaritas dengan perempuan Iran


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


Jasad Remaja Diduga Dicuri Pasukan Iran Setelah Tewas dalam Protes Mahsa Amini

2 hari lalu

Jasad Remaja Diduga Dicuri Pasukan Iran Setelah Tewas dalam Protes Mahsa Amini

Pasukan Iran dituding mencuri tubuh seorang remaja, Nika Shakarami yang tewas aksi protes atas kematian Mahsa Amini.


Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

3 hari lalu

Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini, 22 tahun, sudah masuk pekan ketiga. Mengapa demonstrasi ini berlarut-larut?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

3 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

4 hari lalu

Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

Jerman, Prancis, Denmark, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko mengajukan usulan sanksi Uni Eropa terhadap Iran karena menekan unjuk rasa Mahsa Amini


Ada Ancaman Bom di Pesawat Iran, India Kerahkan Jet Tempur

4 hari lalu

Ada Ancaman Bom di Pesawat Iran, India Kerahkan Jet Tempur

Jet-jet tempur India dikerahkan pada Senin 3 Oktober 2022 setelah adanya laporan bom di atas sebuah pesawat maskapai Iran yang tengah melintasi negara


Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

4 hari lalu

Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

Aparat keamanan Iran bentrok dengan mahasiswa dari sebuah universitas favorit di Tehran pada Minggu, 2 Oktober 2022 buntut dari kematian Mahsa Amini.