Tahun Lalu, Israel Ubah Masjid Kuno Jadi Bar dan Aula Serbaguna

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang Israel menari di dalam Masjid Al-Ahmar di kota Safed yang diubah menjadi bar pada 2019.[Media sosial/Gulf News]

    Orang-orang Israel menari di dalam Masjid Al-Ahmar di kota Safed yang diubah menjadi bar pada 2019.[Media sosial/Gulf News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah sengkarut alih status Hagia Sophia menjadi masjid, ternyata Israel pernah mengubah masjid kuno Palestina menjadi bar dan gedung serbaguna tahun lalu.

    Pemerintah kota Safed dilaporkan surat kabar Al-Quds Al-Arabi pada 15 April 2019 telah mengubah Masjid Al-Ahmar menjadi gedung serbaguna dan bar, seperti dilansir dari Middle East Monitor.

    Masjid Al-Ahmar adalah salah satu masjid paling bersejarah di kota Arab, yang diduduki oleh komunitas Yahudi pada 1948. Bangunan ini awalnya diubah menjadi sekolah Yahudi, kemudian menjadi pusat kampanye pemilihan Partai Likud, partai sayap kanan Israel pimpinan PM Benjamin Netanyahu saat ini, dan kemudian menjadi gudang pakaian sebelum akhirnya dikonversi ke klub malam.

    Surat kabar yang berbasis di London itu melaporkan bahwa masjid itu diubah menjadi bar dan ruang pernikahan oleh perusahaan yang berafiliasi dengan pemerintah kota Israel. Namanya diubah dari Masjid Al-Ahmar menjadi Khan Al-Ahmar.

    Khair Tabari, sekretaris yayasan Safed and Tiberias Islamic, mengajukan gugatan ke pengadilan Nazareth untuk mengembalikan masjid.

    Tetapi pengadilan belum memutuskan gugatan tersebut, menurut Gulf News.

    Kotamadya Israel di Safed telah mengubah Masjid Al-Ahmar menjadi sebuah bar dan gedung serbaguna.[Middle East Monitor]

    Kota Safed pernah menjadi rumah bagi 12.000 warga Palestina yang terusir dari rumah mereka pada 1948.

    Mustafa Abbas, sejarawan dan penduduk asli Safed, mengatakan Masjid Al-Ahmar memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang langka karena didirikan oleh Sultan Mameluk, Sultan Al Daher Baibars, antara 1223-1277 Masehi.

    Sebuah tanda batu di pintu masuk ke masjid menyatakan Masjid Al-Ahmar dibangun pada 1276 Masehi.

    "Masjid Al-Ahmar mendapatkan namanya dari batu merahnya. (Al-Ahmar berarti "merah" dalam bahasa Arab). Saat ini, digunakan untuk segala kegiatan kecuali tempat salat bagi umat Islam," kata Mustafa Abbas, dikutip dari Gulf News.

    Setelah pendudukan Yahudi pada 1948, masjid itu berubah menjadi seminari Yahudi.

    Pada 2006, Masjid Al-Ahmar menjadi kantor pemilihan untuk Partai Kadima Israel sebelum digunakan sebagai gudang pakaian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.