Bos Startup Ojek Online Fahim Saleh Diduga Dimutilasi Asistennya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Start-up Nigeria, Fahim Saleh ditemukan tewas dan jasadnya dimutilasi di apartemennya di New York AS [CNN]

    CEO Start-up Nigeria, Fahim Saleh ditemukan tewas dan jasadnya dimutilasi di apartemennya di New York AS [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten pribadi CEO Gokada, Fahim Saleh, diduga menjadi dalang di balik kasus mutilasinya. Asisten yang diketahui bernama Tyrese Devon Haspil tersebut sekarang ditahan Kepolisian New York untuk dimintai keterangan. Dugaan sejauh ini, Haspil membunuh bos ojek online untuk Nigeria tersebut karena perkara hutang.

    "Ia berhutang ribuan dollar dan tengah mencoba untuk melunasinya...Ia diduga memutilasi Fahim Saleh dengan gergaji mesin dan kemudian kabur," berdasarkan keterangan Kepolisian New York, dikutip dari CNN, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Diberitakan sebelumnya, Fahim Saleh ditemukan tewas dimutilasi pada hari Selasa kemarin, waktu Amerika. Bagian tubuhnya ditemukan terpisah-pisah di dalam apartemen mewahnya yang berlokasi di Lower East Side, New York.

    Adapun jenazah Faim Saleh ditemukan oleh saudara perempuannya. Tengah mencari Fahim Saleh yang tidak bisa dihubungi, saudaranya mencarinya ke apartemen. Ketika saudara perempuannya masuk ke apartemen, bagian tubuh Fahim Saleh ditemukan di ruang tamu dan sisanya di ruangan lain, di dalam tas.

    Menurut keterangan otopsi Kepolisian New York, Fahim Salih sudah lebih dulu tewas sebelum dimutilasi. Penyebab kematiannya, luku tusuk di leher dan di bagian dada.

    Sebelum tewas, Fahim Saleh terakhir kali terlihat masuk ke apartemennya bersama seorang pria berpakaian hitam. Identitas pria berpakaian hitam tersebut sulit dikenali dari rekaman CCTV apartemen. Namun, pihak Kepolisian New York menduga pria itu adalah Tyrese Devon Haspil.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.