Takut Joe Biden Hanya Satu Periode, Demokrat Cari Cawapres Muda

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden AS dari Partai Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden. REUTERS/Kevin Lamarque

    Calon presiden AS dari Partai Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Joe Biden didesak untuk segera menentukan siapa pendampingnya pada Pilpres Amerika November nanti. Adalah internal Partai Demokrat yang memintanya untuk segera memutuskan mengingat Pilpres Amerika kian dekat.

    Joe Biden sendiri telah memastikan bahwa cawapresnya akan seorang perempuan. Namun, ternyata, gender bukan satu-satunya faktor yang ditimbang oleh Joe Biden dan Partai Demokrat. Umur ikut berperan mengingat Joe Biden maju nyapres di usia 77 tahun.

    "Ada banyak perhatian ke faktor tersebut (usia) untuk berbagai alasan, terutama soal usia Joe Biden sendiri, 77 tahun," ujar anggota tim sukses Joe Biden dan mantan senator, Harry Reid, dikutip dari Reuters, Jumat, 17 Juli 2020.

    Dengan usia 77 tahun atau 78 tahun apabila dilantik nanti, Joe Biden bisa menjadi Presiden Amerika tertua. Memimpin selama lima tahun akan membuatnya mengakhiri periode pertama di usia 83 tahun. Bagi sejumlah anggota Partai Demokrat, sulit membayangkan Joe Biden maju lagi di usia 80 tahun.

    Walau skenario Joe Biden maju lagi tidak mustahil, Partai Demokrat merasa perlu mulai bersiap-siap menyiapkan calon penerusnya. Posisi wapres dianggap menjadi langkah yang tepat untuk menyiapkan calon presiden berikutnya. Oleh karenanya, mereka meminta Joe Biden mencari cawapres muda.

    "Memperhatikan stamina mental Joe Biden yang tak lagi prima, maka kita membutuhkan cawapres yang lebih gesit melawan Donald Trump dan siap menjadi presiden apabila dibutuhkan," ujar Alex Heckler, anggota tim sukses Joe Biden.

    Perkembangan terbaru, pencarian cawapres Joe Biden akan segera memasuki tahap interview. Penelusuran latar belakang masih berlangsung hingga 24 Juli nanti. Beberapa kandidat yang digadang-gadangkan akan lolos ke tahap berikutnya adalah senator Kamala Harris, senator Elizabeth Warren, anggota parlemen Val Demings, mantan penasehat keamanan nasional Susan Rice, Gubernur New Mexico Michelle Lujan, serta Wali Kota Atlanta Keisha Lance Bottoms.

    Dari beberapa nama di atas, Kamala Harris kerap muncul sebagai calon kuat. Selain dirinya sempat maju nyapres juga, dia berhasil menggalang dana besar untuk kampanye Joe Biden. Kemampuan menggalang dana adalah salah satu syarat yang ditetapkan Joe Biden selain gender, ras, ideologi, dan kemampuan "menyerang" Trump.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.