Kisah Tragis Fahim Saleh, Bos Startup Tewas Dimutilasi di Amerika

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Start-up Nigeria, Fahim Saleh ditemukan tewas dan jasadnya dimutilasi di apartemennya di New York AS [CNN]

    CEO Start-up Nigeria, Fahim Saleh ditemukan tewas dan jasadnya dimutilasi di apartemennya di New York AS [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Fahim Saleh masih kelas 5 ketika ia menjalankan bisnis pertamanya dan kelak menjadi bos startup terkenal. Dia dan temannya menjual permen yang mereka beli secara grosir di toko lokal taman bermain sekolah mereka di bagian utara New York.

    Setelah tiga minggu kepala sekolah menutup bisnis mereka, tetapi pada saat itu mereka sudah mendapatkan US$150, ia menceritakan dalam sebuah video tahun lalu.

    Lebih dari 20 tahun setelahnya dengan beberapa startup teknologi yang sukses, kehidupan pengusaha berusia 33 tahun itu berakhir pada Selasa, 15 Juli 2020,  ketika ia ditemukan tewas dimutilasi di apartemen mewahnya di New York City, yang menurut petugas terlihat seperti pekerjaan profesional.

    Saleh lahir di Arab Saudi dari orang tua Bangladesh dan dibesarkan di bagian utara New York. Semangat kewirausahaannya berkembang di masa remaja ketika ia mulai mengembangkan jaringan aplikasi media sosial dari rumah orang tuanya.

    Pada 2006, perusahaan pertama Saleh, Wizteen, Inc., menghasilkan lebih dari US$400.000. Dia seorang siswa SMA saat itu.

    Pada tahun 2010, setelah lulus dari Universitas Bentley di Massachusetts, Saleh meluncurkan TapFury, perusahaan yang bertanggung jawab untuk aplikasi PrankDial yang sangat populer, yang memungkinkan orang untuk melakukan panggilan telepon prank anonim.

    Saleh kemudian mendirikan Pathao, layanan transportasi sepeda motor di Bangladesh dan kemudian Gokada, sebuah usaha serupa di Lagos, Nigeria. Di Lagos, Gokada meluncurkan 1000 armada pertama yang dilengkapi dengan sepeda motor bermerek dan peralatan keselamatan untuk memberikan layanan kepada penduduk setempat melalui aplikasi.

    Kasus kematian Saleh masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang New York, namun sebuah video CCTV menunjukkan bahwa si pembunuh, yang berpakaian serba hitam dan mengenakan masker, mengikuti Saleh ke dalam lift sehari sebelumnya. Detektif memberi tahu The Daily Beast bahwa Saleh tampak gelisah ketika pria itu tidak tahu cara menggunakan lift gedung dan keduanya saling bertukar kata.

    Ketika Saleh tiba di apartemennya, di lantai 7, pria itu mengikutinya dan menangkap Saleh. Menurut polisi,  pelaku menggunakan senjata kejut kemudian menikam Saleh beberapa kali.

    Polisi menjelaskan, pembunuh Fahim Saleh kemungkinan menunggu semalam sebelum menggunakan gergaji untuk melakukan mutilasi. Polisi menduga pembunuhan itu mungkin dilatari perselisihan keuangan.

    BUSINESS INSIDER | DAILY BEAST | ADITYO NUGROHO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.