Kanada Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Baru Covid-19, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Kluge melakukan meditasi di dalam dome transparan saat berpartisipasi dalam kelas yoga oleh LMNTS Outdoor Studio di Toronto, Ontario, Kanada, 21 Juni 2020. Kelas yoga ini menggunakan dome transparan untuk mencegah penyebaran COVID-19. REUTERS/Carlos Osorio

    Sandra Kluge melakukan meditasi di dalam dome transparan saat berpartisipasi dalam kelas yoga oleh LMNTS Outdoor Studio di Toronto, Ontario, Kanada, 21 Juni 2020. Kelas yoga ini menggunakan dome transparan untuk mencegah penyebaran COVID-19. REUTERS/Carlos Osorio

    TEMPO.COOttawa – Pemerintah Kanada bersiap menghadapi kenaikan jumlah kasus baru Covid-19 seiring mendekatnya waktu untuk relaksasi karantina wilayah atau lockdown.

    Saat ini, jumlah korban meninggal di Kanada akibat wabah ini sudah mendekati nol.

    Ini terjadi setelah Kanada menerapkan lockdown secara ketat selama sekitar empat bulan.

    “Semua orang bersiap untuk menghadapi lonjakan jumlah kasus baru. Saya kira ini tidak terelakkan,” kata Dr. Isaac Bogoch, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Umum Toronto seperti dilansir Reuters pada Kamis, 16 Juli 2020.

    Jumlah korban meninggal di Kanada saat ini sekitar 8.798 orang. Sedangkan jumlah total korban terpapar Covid-19 sebanyak 108.486 orang.

    Sedangkan Amerika Serikat, yang bertetangga langsung dengan Kanada di bagian selatan, justru sedang menghadapi lonjakan kasus baru yaitu 60.500 kasus per hari pada Selasa.

    Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di AS tercatat sedikitnya 135 ribu orang.

    Pandemi Covid-19 atau Corona ini pertama kali terjadi di Kota Wuhan, Cina bagian tengah seperti dilansir Channel News Asia. Saat ini, jumlah korban harian terus bertambah. Reuters mencatat dalam 5 hari ada sekitar satu juta kasus baru Covid-19 dari seluru dunia dengan mayoritas berasal dari Amerika Serikat dan Brasil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.