Cina Undang Pompeo untuk Redakan Ketegangan, Tawarkan Xinjiang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Sumber: Reuters/Jonathan Ernst/Pool

    Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Sumber: Reuters/Jonathan Ernst/Pool

    TEMPO.COBeijing – Pemerintah Cina mengulangi sikapnya bahwa Beijing tidak berupaya menantang atau menggantikan posisi Amerika Serikat.

    Beijing juga meminta Washington untuk memandang Cina secara obyektif dan menggunakan akal sehat dalam kebijakan terhadap negara itu.

    “Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengatakan Amerika Serikat berpikir semua yang dilakukan Cina sebagai ancaman,” begitu dilansir Reuters pada Kamis, 16 Juli 2020.

    Menurut Hua, pemikiran seperti itu malah hanya akan membuat situasi menjadi seperti itu.

    Hua juga melontarkan undangan kepada Menlu AS, Mike Pompeo, untuk berkunjung ke Cina.

    Hua mengatakan Pompeo juga bisa mengunjungi Xinjiang dan melihat sendiri perkembangan di sana.

    Menurut dia, tidak ada pelanggaran Hak Asasi Manusia di Xinjiang terhadap warga minoritas Muslim Uighur.

    Ini terkait sanksi yang diberikan pemerintah AS terhadap pejabat Partai Komunis Cina cabang Xinjiang.

    AS menuding pejabat ini dan beberapa koleganya terlibat dalam penerapan kamp paksa terhadap warga Xinjiang.

    Baru-baru ini, eskalasi ketegangan antara Washington dan Beijing terjadi. Menlu Pompeo mengatakan Amerika menolak semua klaim Cina atas Laut Cina Selatan dan menyebutnya ilegal seperti dilansir CNN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.