Pesawat Pengintai Militer Turki Jatuh, Tujuh Tewas

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur F5 yang diterbangkan oleh tim aerobatik Angkatan Udara Turki membuat formasi dalam Turki Istanbul Fair di Bandara Internasional Baru Istanbul, Turki, 22 September 2018. (AP Photo/Emrah Gurel)

    Pesawat tempur F5 yang diterbangkan oleh tim aerobatik Angkatan Udara Turki membuat formasi dalam Turki Istanbul Fair di Bandara Internasional Baru Istanbul, Turki, 22 September 2018. (AP Photo/Emrah Gurel)

    TEMPO.CO, Ankara -- Tujuh personil keamanan Turki tewas ketika pesawat pengintai yang mereka tumpangi jatuh di Provinsi Van di bagian timur negara itu.

    Kantor berita Anadolu milik Turki mengutip penjelasan kementerian dalam negeri pada Kamis, 16 Juli 2020 dan dilansir Reuters.

    Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, mengatakan pesawat itu jatuh di gunung pada ketinggian 2.200 kaki atau sekitar 670 meter.

    “Korban tewas termasuk dua pilot,” kata Soyly seperti dilansir Anadolu dan dikutip Reuters pada Kamis, 16 Juli 2020.

    Penyelidik sedang bekerja untuk menentukan penyebab kecelakaan itu.

    Stasiun televisi NTV mengutip Soylu yang mengatakan kontak terakhir dari pesawat diterima pada pukul 10.32 malam (1932 GMT) pada Rabu. Pesawat menghilang dari radar 13 menit kemudian.

    Tentara Turki sedang berperang melawan gerilyawan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK di Turki tenggara. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 40.000 orang.

    PKK Kurdi mengangkat senjata melawan pemerintah Turki pada 1984 untuk mendapatkan otonomi di wilayah tenggara, yang mayoritas berpopulasi Kurdi.

    ADITYO NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.