Donald Trump Akan Lebih Dulu Terima Data Virus Corona AS

Presiden AS Donald Trump mengenakan masker saat mengunjungi Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, 11 Juli 2020. Dalam kunjungan tersebut, Trump akan menemui tentara dan pekerja kesehatan di sana. REUTERS/Tasos Katopodis

TEMPO.CO, Jakarta - Penyampaian data kasus virus Corona di rumah sakit Amerika tidak akan lagi diserahkan ke Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) terlebih dahulu. Mulai hari Rabu, administrasi Presiden Amerika Donald Trump akan menjadi penerima pertama.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat. Asisten untuk Urusan Publik Kementerian Kesehatan, Michael Caputo, mengklaim perubahan ini untuk mempercepat pelaporan dan pengambilan keputusan terkait pandemi virus Corona.

"Cara CDC dalam mengumpulkan data rumah sakit awalnya berjalan baik untuk mencakup seluruh negara bagian Amerika. Namun, untuk situasi sekarang, tidak cukup cepat," ujar Caputo, dikutip dari CNN, Rabu, 15 Juli 2020.

Dengan kebijakan baru ini, maka data virus Corona dari rumah sakit akan bersifat lebih tertutup. Dengan kata lain, data tidak bisa lagi diakses publik dengan mudah dari situs CDC. Sebab, data akan mampir dulu ke administrasi Donald Trump yang kemudian akan menentukan langkah selanjutnya terhadap data rumah sakit itu.

Sejumlah pakar khawatir kebijakan ini akan disalahgunakan Donald Trump untuk menutupi fakta soal pandemi virus Corona. Apalagi, Donald Trump kerap membuat klaim tak akurat soal situasi pandemi virus Corona di Amerika.

Mantan Direktur CDC, Richard Besser, menyebut kebijakan baru ini sebagai langkah mundur. Alih-alih memperjelas situasi pandemi virus Corona di Amerika, Ia menganggap apa yang dilakukan Donald Trump adalah memperkeruhnya.

"Lagi-lagi CDC dikesampingkan. Seharusnya CDC menerima data terlebih dahulu dan mereka juga harus lebih berperan dalam memandu publik," ujar Richard Besser.

Richard Besser mengakui bahwa metode pengumpulan data CDC perlu diperbarui, namun melangkahi CDC bukan cara yang tepat. Apa yang seharusnya dilakukan adalah memastikan rantai komunikasi dan birokrasi penyampaian data lebih ringkas sehingga data pun sampai dengan cepat.

"Dengan data mampir ke Kementerian Kesehatan (Administrasi Donald Trump) terlebih dahulu, ada potensi data dipolitisir. Tidak ada yang mau itu terjadi," ujar Richard Besser mengakhiri.

Per berita ini ditulis, Amerika tercatat memiliki 3,5 juta kasus, 139 ribu korban jiwa, dan 1,6 juta pasien sembuh terkait virus Corona.

ISTMAN MP | CNN






Setelah Bebaskan Akun Trump, Elon Musk Bikin Polling Amnesti Umum

1 hari lalu

Setelah Bebaskan Akun Trump, Elon Musk Bikin Polling Amnesti Umum

Polling-polling yang dibuat Elon Musk ini bertolak belakang dengan janjinya tak lama setelah mengakuisisi Twitter soal Dewan Moderasi.


Mike Pence Dibujuk Agar Bersaksi atas Serangan di US Capitol

2 hari lalu

Mike Pence Dibujuk Agar Bersaksi atas Serangan di US Capitol

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat berupaya meminta Mike Pence bersaksi soal dugaan pelanggaran hukum Donald Trump pada serangan di US Capitol.


Korban Pelecehan Seksual New York di Masa Lalu Bisa Tuntut Pelaku, Trump Terancam?

2 hari lalu

Korban Pelecehan Seksual New York di Masa Lalu Bisa Tuntut Pelaku, Trump Terancam?

Orang dewasa korban pelecehan seksual di New York mendapat kesempatan untuk menuntut atas dugaan kejahatan yang mereka alami puluhan tahun lalu


Profil Sung Yong Kim Anak Seoul Jadi Duta Besar AS untuk Indonesia, Apa Misinya?

3 hari lalu

Profil Sung Yong Kim Anak Seoul Jadi Duta Besar AS untuk Indonesia, Apa Misinya?

Sung Yong Kim dilantik sebagai Duta Besar AS sejak Oktober 2020 oleh Donald Trump dan berlanjut hingga era Joe Biden. Begini misinya.


Koalisi Aktivis Hak Sipil Serukan Berhenti Pasang Iklan di Twitter

4 hari lalu

Koalisi Aktivis Hak Sipil Serukan Berhenti Pasang Iklan di Twitter

Stop Toxic Twitter mendesak para pengiklan menarik iklan mereka di Twitter buntut dicabutnya blokir sejumlah akun termasuk milik Donald Trump.


Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

5 hari lalu

Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

Beijing kembali menutup sekolah setelah kasus Covid-19 kembali melonjak. China mencatat dua kematian pertama sejak Mei.


Biden Ulang Tahun ke-80, Ketuaan untuk Jadi Presiden AS?

5 hari lalu

Biden Ulang Tahun ke-80, Ketuaan untuk Jadi Presiden AS?

Joe Biden berulang tahun ke-80 pada hari Minggu, 20 November 2022, menjadikannya presiden tertua dalam sejarah AS.


Elon Musk AktifkanLagi Akun Twitter Donald Trump, Reaksi Eks Presiden AS?

6 hari lalu

Elon Musk AktifkanLagi Akun Twitter Donald Trump, Reaksi Eks Presiden AS?

Akun Twitter eks Presiden AS Donald Trump kembali dipulihkan oleh Elon Musk. Akunnya dibekukan setelah kerusuhan oleh pendukung Trump.


Elon Musk Pulihkan Akun Twitter Donald Trump Setelah Jajak Pendapat Pribadi

6 hari lalu

Elon Musk Pulihkan Akun Twitter Donald Trump Setelah Jajak Pendapat Pribadi

Elon Musk menyebut keputusan itu berdasarkan hasil jajak pendapat Twitter pribadinya.


Studi: Pola Pikir Konspirasi Musuh Besar Vaksinasi Covid-19

7 hari lalu

Studi: Pola Pikir Konspirasi Musuh Besar Vaksinasi Covid-19

Orang yang percaya Covid-19 adalah hoax memiliki kecenderungan percaya segala teori konspirasi. Mereka meyakiniya sekalipun tidak ada bukti kuatnya.