Inggris Bantah Donald Trump Berjasa Atas Pemblokiran Huawei

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock berbicara pada konferensi pers digital COVID-19 di 10 Downing Street di London, Inggris 2 April 2020. [Pippa Fowles / 10 Downing Street / Handout via REUTERS]

    Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock berbicara pada konferensi pers digital COVID-19 di 10 Downing Street di London, Inggris 2 April 2020. [Pippa Fowles / 10 Downing Street / Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris membantah klaim Presiden Amerika Donald Trump bahwa dirinya yang berjasa atas pemblokiran Huawei dari proyek jaringan 5G Inggris. Pemerintah Inggris menyatakan, keputusan itu diambil dengan pertimbangan berbagai faktor, bukan karena peran Donald Trump.

    "Kalian seperti tidak kenal Donald Trump saja," ujar Menteri Kesehatan Matt Hancock ketika ditanyai tanggapannya soal Huawei, dikutip dari Reuters, Rabu, 15 Juli 2020.

    Diberitakan sebelumnya, Donald Trump mengklaim Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tidak akan memblokir Huawei apabila tidak ia peringatkan. Donald Trump berkata, dirinya lah yang memperingatkan Boris Johnson bahwa memakai Huawei sama saja mengambil langkah beresiko. Salah satu resikonya, peretasan oleh Partai Komunis Cina.

    Tidak berhenti di situ, Donald Trump juga mengklaim dirinya lebih banyak bekerja seorang diri ketika membujuk Inggris memblokir Huawei. Sekarang, ia menargetkan negara-negara Eropa lainnya ikut mengambil keputusan yang sama.

    Sebagai catatan, Boris Johnson memutuskan Huawei keluar sepenuhnya dari proyek jaringan 5G Inggris per 2027. Dengan kata lain, semua infrastruktur yang sudah kadung dibangun masih boleh beroperasi. Namun, pada 2027, jaringan 5G yang mereka bangun sudah harus hilang dari Inggris.

    "Banyak orang mengklaim berjasa atas keputusan (pemblokiran Huawei) tersebut. Namun, keputusan itu diambil berdasarkan kajian teknis oleh Pusat Keamanan Siber. Fokus utama kami, bagaimana mendapatkan jaringan 5G paling berkualitas di masa depan," ujar Matt Hancock menegaskan.

    Juru bicara Huawei di Inggris, Edward Brewster, tidak membantah Amerika berperan dalam pemblokiran Huawei. Ia menyebut kebijakan dagang Amerika berperan dalam keputusan Inggris. Sekarang, Edward Brewster berharap Pemerintah Inggris mau mengkaji ulang pemblokiran Huawei dari proyek jaringan 5G.

    "Kami mengimbau Pemerintah Inggris untuk meninjau kembali keputusannya...Selama dua puluh tahun, Huawei selalu fokus untuk membangun telekomunikasi negara Inggris yang terhubung dengan baik," ujar Edward Brewster.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.