Huawei Kecewa Inggris Blokir Jaringan 5G Mereka

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi asal Cina, Huawei, kecewa dengan keputusan Inggris memblokir mereka dari proyek infrastruktur jaringan 5G. Juru bicara Huawei, Edward Brewster, menyebut pemblokiran Huawei sebagai kabar buruk. Sebab, pihak yang dirugikan tidak hanya Huawei saja, namun juga warga Inggris sendiri.

    "Keputusan itu akan memperlambat laju perkembangan digital di Inggris. Biaya tagihan intrnet menjadi lebih mahal dan kesenjangan digital di negeri tersebut pun akan makin lebar. Sebuah kemunduran, bukan kemajuan," ujar Edward Brewster dalam pernyataan pers Huawei, Rabu, 15 Juli 2020.

    Diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Boris Johnson memutuskan untuk tidak melibatkan Huawei dalam proyek jaringan 5G Inggris lagi per 2027. Dengan kata lain, semua infrastruktur jaringan 5G yang sudah dibangun Huawei harus hilang pada 2027 nanti. Keamanan menjadi pertimbangan Boris Johnson untuk tidak lagi melibatkan Huawei.

    Awalnya, Huawei sempat direncanakan akan menggarap seluruh jaringan 5G di Inggris. Bahkan, Huawei sudah giat berpromosi bahwa mereka akan berperan dalam pembangunan jaringan telekomunikasi di Inggris. Namun, semua mulai berubah ketika Presiden Amerika Donald Trump mengklaim Huawei membawa bahaya.

    Donald Trump memperingatkan Boris Johnson bahwa memakai Huawei berarti membuat Inggris rentan disusupi intelijen Partai Komunis Cina. Apalagi, klaim Trump, Huawei dekat dengan Pemerintah Cina. Boris Johnson sempat menolak ucapan Trump dan memintanya mencari alternatif lain jika Huawei memang berbahaya.

    Belakangan, kapasitas Huawei di proyek jaringan 5G inggris mulai menurun. Tak lagi memegang peran besar, Huawei hanya diizinkan menggarap jaringan 5G yang arus lalu lintasnya tidak padat. Terakhir, seperti yang telah disebutkan, Huawei diminta untuk tidak lagi terlibat di proyek jaringan 5G Inggris.

    Edward Brewster menyebut pemblokiran Huawei bernada politis. Ia yakin keputusan Inggris atas jaringan 5G Huawei bukan berlandaskan pada faktor keamanan, tetapi kebijakan dagang Amerika. Amerika, sebagaimana diketahui, menerapkan sanksi di mana Huawei tidak bisa lagi mendapat dukungan teknologi dari negeri Paman Sam.

    Edward Brewster berharap Inggris berubah pikiran dan mau meninjau kembali keputusan pemblokiran Huawei dari jaringan 5G. Perihal dukungan teknologi dari Amerika, Edward Brewster optimistis pembatasan oleh Amerika tidak akan berdampak besar atas produk-produk Huawei di Inggris.

    "Huawei selalu fokus untuk membangun negara Inggris yang terhubung lebih baik...Kami memiliki tanggung jawab untuk memberi dukungan pada pelanggan kami," ujar Edward Brewster mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.