Ukraina Masih Curigai Jatuhnya Ukraine International Airlines


TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, tidak puas dengan kesimpulan kecelakaan pesawat Ukraine International Airlines Januari lalu karena human error. Menurut Dmytro Kuleba, terlalu cepat menyimpulkan human error berperan dalam bencana yang menewaskan seluruh penumpang pesawat itu.

"Saya ingin menegaskan, terlalu cepat menyimpulkan pesawat tersebut ditembak jatuh karena ketikdasengajaan, seperti apa yang pihak Iran katakan," ujar Dmytro Kuleba sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 14 Juli 2020.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Ukraine International Airlines jatuh pada Januari lalu. Seluruh penumpangnya, yang berjumlah 176 orang, tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut. Adapun pesawat itu jatuh karena dirudal oleh Militer Iran.

Dalam keterangan pasca bencana, Militer Iran menyampaikan bahwa penembakan tersebut terjadi tanpa disengaja. Beberapa faktor yang menyebabkan kesalahan itu terjadi, menurut Militer Iran, adalah gangguan radar serta miskomunikasi antara operator pertahanan udara dengan komandannya.

"Delegasi Iran akan tiba di Ukraina bulan ini untuk membahas kompensasi," ujar Dmytro Kuleba. Februari lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengaku tidak puas dengan besaran kompensasi yang ditawarkan Iran untuk kecelakaan pesawat Ukraine International Airlines. 

Kala bencana itu terjadi, banyak pihak menduga Militer Iran menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines karena mengiranya sebagai pesawat Amerika. Peristwa jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines terjadi tak lama setelah Amerika membunuh komandan militer Iran, Qaseem Soleimani.

Bulan lalu, Pemerintah Iran di Tehran menyatakan black box pesawat Ukraine International Airlines akan diserahkan ke Prancis untuk dianalisis. Ahli dari Amerika, Kanada, Prancis, Inggris, dan Ukraina akan dilibatkan.

ISTMAN MP | REUTERS






Azerbaijan Evakuasi Staf Kedubes di Iran setelah Serangan Bersenjata

1 jam lalu

Azerbaijan Evakuasi Staf Kedubes di Iran setelah Serangan Bersenjata

Sebanyak 53 orang, termasuk diplomat dan keluarga mereka, menaiki sebuah pesawat khusus dari Iran ke Azerbaijan


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

2 jam lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina


Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

4 jam lalu

Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

Perusahaan Fores mengatakan akan membayar lima juta rubel kepada tentara Rusia pertama yang menghancurkan salah satu tank Leopard 2 Ukraina


Anggota DPR RI Soroti Perang Rusia Ukraina Kian Panas usai Kiriman Tank Barat

4 jam lalu

Anggota DPR RI Soroti Perang Rusia Ukraina Kian Panas usai Kiriman Tank Barat

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar menyoroti perang Rusia Ukraina yang tak kunjung usai.


Boris Johnson: Putin Pernah Mengancam Saya dengan Rudal

5 jam lalu

Boris Johnson: Putin Pernah Mengancam Saya dengan Rudal

Meski begitu, eks PM Inggris Boris Johnson menilai ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin hanya main-main.


Odessa, Kota Bersejarah di Ukraina Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO Saat Perang

12 jam lalu

Odessa, Kota Bersejarah di Ukraina Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO Saat Perang

UNESCO juga memasukkan Kota Odessa Ukraina ke dalam situs warisan dunia yang terancam.


Zelensky Lagi-lagi Minta Senjata ke Barat, Harus Dikirim Lebih Cepat

13 jam lalu

Zelensky Lagi-lagi Minta Senjata ke Barat, Harus Dikirim Lebih Cepat

Zelensky kembali minta bantuan senjata ke Barat setelah mendapat janji pasokan tank dari AS, Jerman dan sekutunya.


Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

1 hari lalu

Ledakan di Fasilitas Militer Iran, Dipicu Serangan Drone

Kementerian Pertahanan Iran berhasil menangkal serangan drone ke fasilitas militer, meski belum diketahui dalang serangan


Top 3 Dunia: Ukraina Minta Jet Tempur F-16, Kekayaan Orang Terkaya Asia Melorot

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Ukraina Minta Jet Tempur F-16, Kekayaan Orang Terkaya Asia Melorot

Top 3 dunia adalah Ukraina meminta jet tempur ke AS dan mengembangkan drone untuk menghadapi Rusia hingga harta taipan India turun.


Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

2 hari lalu

Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

Seorang anggota parlemen dari Ukraina dipecat setelah ketahuan pergi ke Thailand. Kunjungannya ke Thailand itu dikecam oleh publik.