Pandemi Corona, Pekerja Seks Komersial Bolivia Andalkan Jas Hujan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pekerja seks komersial berdemo untuk menuntut pembukaan kembali rumah bordil, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di distrik lampu merah Reeperbahn yang terkenal di Hamburg, Jerman 11 Juli 2020. Distrik ini ditutup untuk membendung penularan virus corona. REUTERS/Fabian Bimmer

    Para pekerja seks komersial berdemo untuk menuntut pembukaan kembali rumah bordil, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19), di distrik lampu merah Reeperbahn yang terkenal di Hamburg, Jerman 11 Juli 2020. Distrik ini ditutup untuk membendung penularan virus corona. REUTERS/Fabian Bimmer

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekerja seks komersial di La Paz, Bolivia melengkapi diri mereka dengan berbagai perlengkapan baru untuk tetap bisa bekerja di kala pandemi Corona. Beberapa di antaranya  botol pemutih, sarung tangan, hingga jas hujan transparan untuk memastikan pekerja seks komersial Bolivia tidak terdampak pandemi Corona.

    "Jubah yang dinamai biosecurity suit itu syarat kami untuk bisa bekerja dan melindungi diri," ujar salah seorang pekerja seks komersial Bolivia, Antonieta, dikutip dari Reuters, Selasa, 14 Juli 2020.

    Perlengkapan-perlengkapan tersebut masuk dalam panduan kerja yang diterbitkan Organisasi Pekerja Hiburan Malam Bolivia (OTN). Untuk merespon pandemi Corona, OTN menerbitkan panduan setebal 30 halaman berisi hal-hal yang harus dilakukan pekerja seks komersial Bolivia untuk tetap bisa mencari nafkah.

    Botol cairan pemutih (bleach), misalnya, harus digunakan untuk menyemprot fasilitas dan alat kerja yang dipakai bersama-sama. Contohnya, tiang yang biasa dipakai menari di klub tari telanjang.

    Alat pelindung diri lainnya seperti masker dan kacamata juga masuk dalam daftar peralatan yang dianjurkan untuk pekerja seks komersial Bolivia. Menurut Antonieta, para pelanggannya tidak keberatan dirinya memakai alat pelindung diri lengkap ketika tampil di depan mereka.

    "Saya cukup pede aturan-aturan ini bisa diterima banyak orang. Pelanggan kami bisa memahami bahwa pembatasan yang kami lakukan tidak hanya untuk melindungi diri kami, namun juga melindungi mereka," ujar Antonieta.

    Sebagai catatan, pekerja seks komersial adalah hal yang legal di Bolivia. Hal tersebut dilindungi pemerintah dan boleh dilakukan asal mematuhi aturan yang ada.

    Ketika pandemi Corona terjadi, para pekerja seks komersial Bolivia merasakan dampaknya. Selain berpotensi terpapar virus Corona, jam kerja mereka juga berkurang banyak. Mereka tak lagi bisa memberikan layanan di siang hari. Di malam hari pun, jam kerja mereka terbatas karena diberlakukannya jam malam. Sejauh ini, organisasi kesehatan dunia, WHO, menyatakan bahwa belum ada bukti virus Corona bisa ditularkan lewat aktivitas seksual.

    Bolivia tercatat memiliki 48 ribu kasus dan 1.807 korban meninggal terkait pandemi Corona. Pakar medis di Bolivia menyakini angka tersebut belum akurat sepenuhnya karena jumlah tes yang digelar masih sedikit.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.