Terjebak Lockdown, Mahasiswa Bersepeda 48 Hari Agar Bisa Pulang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kleon Papadimitriou, mahasiswa Yunani di Skotlandia, bersepeda 7 minggu agar bisa pulang ke rumahnya di Athena setelah terjebak di Skotlandia karena virus corona.[Kleon Papadimitriou/CNN]

    Kleon Papadimitriou, mahasiswa Yunani di Skotlandia, bersepeda 7 minggu agar bisa pulang ke rumahnya di Athena setelah terjebak di Skotlandia karena virus corona.[Kleon Papadimitriou/CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mahasiswa asal Yunani yang terjebak lockdown virus corona di Skotlandia bersepeda selama 48 hari untuk pulang ke rumahnya di Athena.

    Kleon Papadimitriou, 20 tahun, terjebak di Skotlandia karena semua penerbangan keluar dan masuk ditutup.

    Kleon akhirnya memutuskan untuk bersepeda ke rumahnya menempuh rute 3.500 kilometer.

    "Baru sekarang saya sadar betapa besar pencapaian ini," katanya tentang perjalanan 48 harinya, dikutip dari CNN, 14 Juli 2020. "Dan saya memang belajar banyak hal tentang diri saya sendiri, tentang batasan saya, tentang kekuatan dan kelemahan saya," kata Kleon.

    Kleon Papadimitriou adalah mahasiswa tahun ketiga di University of Aberdeen. Pada Maret lalu dia memutuskan untuk memesan penerbangan pulang. Sebagian besar teman-temannya sudah pergi, tetapi dia tinggal untuk memastikan dia tidak ketinggalan materi pelajaran. Kleon memesan tiga penerbangan, tetapi semua dibatalkan karena lockdown virus corona.

    "Pada awal April saya tahu bahwa saya akan menghabiskan setidaknya bulan berikutnya di karantina di Aberdeen," katanya.

    Terjebak ribuan kilometer jauhnya dari keluarganya dan ingin berpetualang, Kleon mengatakan mulai mempersiapkan diri dan apa saja yang diperlukan untuk bersepda.

    Dia mengatakan telah berkompetisi dalam lomba sepeda pada tahun 2019 dan telah berlatih singkat tahun ini selama beberapa minggu, tetapi cuma itu pengalaman bersepeda yang pernah dia lakukan.

    Kleon mulai membeli peralatan yang dia butuhkan. Dia membeli sepeda, memberi tahu teman-temannya dan menyampaikan kabar itu kepada orang tuanya. Mereka setuju, katanya, sebagian besar karena mereka pikir itu hanya ide gila yang bakal hilang.

    Tetapi ayahnya menawarkan satu syarat, yakni menyuruhnya memasang aplikasi agar keluarganya dapat terus melacaknya dan tahu di mana dia berada.

    Pada 10 Mei, dengan "amunisi" ikan sarden kalengan, selai kacang dan roti, kantong tidur, tenda dan peralatan untuk sepedanya, ia memulai perjalanannya.

    Kleon mengatakan dia menempuh jarak sekitar 56 hingga 120 kilometer per hari, dengan menyeberang melalui Inggris dan kemudian ke Belanda. Dia bersepeda di sepanjang Rhine di Jerman selama beberapa hari, melewati Austria dan bersepeda di sepanjang pantai timur Italia sebelum dia naik perahu ke pelabuhan Yunani, Patras, dan dari sana bersepeda ke rumahnya di Athena.

    Sepanjang perjalanannya, dia mendirikan kemah di ladang dan hutan. Dia menghabiskan beberapa saat terakhir setiap hari menulis perjalanannya, menimbang rute berikutnya, dan menghubungi keluarga dan teman-teman. Ketika beberapa minggu lewat, dia berkata lebih banyak orang mengetahui perjalanannya dan mendengarkan, menerima kabar terbaru dari teman-teman dan keluarganya.

    Selama dia bersepeda melalui berbagai negara di Eropa, Kleon mengatakan kadang-kadang mampir ke rumah teman atau kenalan yang akan menawarkan tempat tidur dan mandi.

    "Sebagai orang yang relatif tertutup, saya terpaksa keluar dari zona nyaman saya dalam arti bahwa jika saya tidak melakukan beberapa hal, saya tidak akan punya tempat tinggal, saya tidak akan dapat air," katanya. "Itu memaksa saya untuk semacam berinteraksi dan berhubungan dengan teman-teman."

    Pada tanggal 27 Juni, hampir 50 hari sejak ia pertama kali mengayuh pedal di jalan Skotlandia, ia tiba kembali ke rumah, di mana keluarganya bersama dengan puluhan teman serta orang asing yang mendengar kabarnya, menunggu untuk merayakan kedatangannya.

    "Itu sangat emosional," katanya. "Berasal dari orang tua yang sangat suka bertualang di masa muda mereka, melihat saya mengikuti jejak mereka, saya pikir sangat emosional bagi mereka."

    Setelah tiba di Yunani dan menghabiskan waktu bersama keluarganya, Kleon meninggalkan Athena untuk melakukan pekerjaan musim panas. Dia masih merenungkan bersepeda tujuh minggu melalui beberapa negara dan mengaku menjadi pribadi yang lebih percaya diri setelah perjalanan nekat menggunakan sepeda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.