Pandemi Covid-19 Global Tambah 1 Juta Kasus dalam 5 Hari

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perawat melakukan penanganan pada pasien Covid-19 di ruangan ICU di rumah sakit El Pino de San Bernardo, Santiago, Cile, 2 Juli 2020. REUTERS/Pablo Sanhueza

    Perawat melakukan penanganan pada pasien Covid-19 di ruangan ICU di rumah sakit El Pino de San Bernardo, Santiago, Cile, 2 Juli 2020. REUTERS/Pablo Sanhueza

    TEMPO.COJenewa – Jumlah kasus pandemi Covid-19 atau virus Corona di seluruh dunia terus bertambah melebihi 13 juta kasus pada Senin, 13 Juli 2020.

    “Kasus baru Covid-19 bertambah satu juta kasus dalam lima hari terakhir,” begitu dilansir Reuters pada Senin, 13 Juli 2020.

    Jumlah korban tewas akibat Covid-19 dalam enam bulan setengah ini bertambah melebih 570 ribu orang.

    Direktur Jenderal WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan banyak negara keliru dalam menerapkan aturan dasar kesehatan untuk pencegahan paparan Covid-19.

    Dia memperingatkan negara-negara belum akan kembali ke situasi normal sebelumnya dalam waktu dekat jika tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 diabaikan.

    “Saya bicara terang-terangan. Terlalu banyak negara yang mengarah ke arah yang salah. Virus ini masih menjadi musuh publik nomor satu,” kata Tedros.

    Menurut perhitungan Reuters, benua Amerika memiliki lebih dari setengah total kasus Covid-19 dan jumlah kematian yang disebabkannya.

    “Amerika Serikat masih melihat peningkatan besar kasus baru dalam gelombang pertama Covid-19,” begitu dilansir Reuters.

    Saat ini, jumlah kasus baru Covid-19 di AS sekitar 3.3 juta kasus dengan jumlah korban sebanyak 135 ribu.

    Negara bagian Florida di AS mencatat lebih dari 15 ribu kasus dalam 24 jam pada Ahad kemarin.

    Jumlah kasus baru pada Senin di Florida juga masih cukup tinggi yaitu 12.624 kasus.

    Kota Melbourne di Victoria, Australia, dan Leicester di Inggris menerapkan lockdown kedua.

    Sedangkan Hong Kong, yang memiliki jumlah kasus Covid-19 atau Corona relatif rendah yaitu 1.522 kasus, bakal memperketat aturan social distancing karena khawatir bakal muncul gelombang berikutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.