WHO Minta Sekolah Tutup hingga Covid-19 Berkurang

Reporter

Editor

Budi Riza

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

TEMPO.CO, Jenewa - Direktur Urusan Darurat Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Mike Ryan, mengatakan sejumlah daerah di benua Amerika membutuhkan penerapan lockdown Covid-19.

Ryan juga mengatakan dia mendesak semua negara untuk tidak menjadikan sekolah sebagai ajang politisasi.

Dia mengatakan ini perlu dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19, yang terus meluas di dunia.

“Sekolah bisa kembali buka secara aman begitu penyebaran virus ini berhasil ditekan,” kata Ryan seperti dikutip Reuters pada Senin, 13 Juli 2020.

Saat ini, WHO melansir jumlah kasus baru Covid-19 terus bertambah di berbagai negara.

Ada 230 ribu kasus baru pada Ahad kemarin. 80 persen kasus berasal dari 10 negara dan 50 persen berasal dari 2 negara yaitu Amerika Serikat dan Brasil.

“Saya bicara terang-terangan. Terlalu banyak negara yang mengarah ke arah yang salah. Virus ini masih menjadi musuh publik nomor satu,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, seperti dilansir Reuters pada Senin, 13 Juli 2020.

Tedros melanjutkan,”Jika aturan dasar tidak diikuti, maka pandemi ini akan mengarah pada satu hal yaitu bertambah buruk dan buruk saja.”

Saat ini, jumlah total infeksi global Corona tercatat sebanyak 13 juta kasus. Lebih dari 500 ribu orang meninggal dunia.






Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

8 jam lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

9 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

17 jam lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

17 jam lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

1 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

2 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

3 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

4 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'