Covid-19, Filipina Lockdown 250 Ribu Warga Ibu Kota Manila

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang tampak melayani seorang pembeli di Manila, Filipina, pada 1 Juni 2020 setelah pelonggaran lockdown Coroba oleh pemerintah. Reuters

    Seorang pedagang tampak melayani seorang pembeli di Manila, Filipina, pada 1 Juni 2020 setelah pelonggaran lockdown Coroba oleh pemerintah. Reuters

    TEMPO.COManila – Pemerintah Filipina menerapkan karantina wilayah atau lockdown untuk daerah Navotas di Ibu Kota Manila setelah jumlah kasus baru Covid-19 terus bertambah.

    Ini merupakan satu dari 16 kotamadya di Manila. Jumlah populasi Navotas sekitar 250 ribu dari total 12 juta orang di Manila.

    “Saya tidak yakin jika ini adalah solusi tapi saya yakin jika saya lakukan ini maka jumlah kasus tidak akan bertambah,” kata Toby Tiangco, wali kota Navotas, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 13 Juli 2020.

    Navotas merupakan salah satu daerah paling miskin di Manila. Daerah ini menjadi lokasi pelabuhan nelayan utama di Manila.

    Ada 931 kasus Covid-19 dengan 59 orang meninggal. Namun, jumlah kasus baru Covid-19 melonjak selama dua pekan terakhir.

    “Kita tidak punya pilihan kecuali melakukan ini karena orang-orang bersikap keras kepala,” kata Tiangco menyebut banyak orang melanggar aturan menjaga jarak atau social distancing.

    Dia mengatakan aturan ini akan mulai berlaku pada Rabu atau Kamis. Dia mengatakan panduan soal ini masih terus difinalisasi.

    Secara terpisah, kementerian Kesehatan Filipina melaporkan ada 2.124 kasus baru Covid-19 harian pada Senin. Jumlah orang yang meninggal mencapai 162 orang. Ini membuat total korban meninggal menjadi 1.534 orang dan jumlah kasus menjadi 56.259 kasus. 

    “Jumlah kasus Covid-19 atau Corona di Filipina telah meningkat dua tiga kali lipat sejak 1 Juni saat pemerintah melakukan relaksasi,” begitu dilansir Channel News Asia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.