Kementerian Pertanian Thailand Mendorong Petani Jualan Online

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chalermchai Sreeon, Menteri Pertanian dan Kerja Sama Thailand. Sumber: The Nation/Asia News Network

    Chalermchai Sreeon, Menteri Pertanian dan Kerja Sama Thailand. Sumber: The Nation/Asia News Network

    TEMPO.CO, JakartaKementerian Pertanian dan Kerja Sama Thailand akan menanda-tangani sebuah MoU dengan Sophee pada 15 Juli mendatang untuk mendorong para petani Thailand menjual produk-produk mereka secara online. Diharapkan penjualan produk-produk pertanian lewat platform Shopee bisa menaikkan penjualan para petani sekitar 30 persen.

    Menteri Pertanian dan Kerja Sama Thailand, Chalermchai Sreeon mengatakan wabah virus corona telah membuat penjualan secara daring naik daun. Shophee dipandang bisa membuka sebuah kesempatan bagi para petani Thailand untuk mempromosikan dan menjual produk-produk mereka serta meningkatkan kanal marketing sehingga para konsumen bisa membeli produk berkualitas dengan harga yang terjangkau langsung dari petaninya.

    “Kami akan menyusun program pelatihan untuk membuat para petani bisa menjual produk-produk mereka secara daring,” kata Sreeon, seperti dikutip dari asiaone.com.

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Menurutnya, Kementerian Pertanian Thailand berencana memberikan pelatihan pada sekitar seribu petani pada 2020 ini. Sedangkan penjualan produk via Shopee diharapkan naik sampai 30 persen atau sekitar 3 miliar bath (Rp 1,9 triliun).

    Sebelumnya Kementerian Pertanian Thailand juga sudah bekerja sama dengan Lazada Thailand untuk mempromosikan produk para petani secara online sejak awal 2020. Cara ini sukses mendapat perhatian dari beberapa petani.

    Sudah empat bulan ada 113 toko online para petani Thailand yang menjual produk mereka di Lazada. Sreeon berharap pihaknya bisa melatih 500 petani agar mereka bisa menjual produk-produk mereka di platform Lazada pada tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.