Perusahaan Amerika Khawatir UU Keamanan Nasional Hong Kong

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa anti UU Keamanan Nasional Hong Kong berdemo pada hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina, 1 Juli 2020. Ketika ribuan demonstran berkumpul di pusat kota untuk berdemonstrasi tahunan yang menandai hari peringatan penyerahan bekas jajahan Inggris ke Cina di 1997, polisi anti huru hara menggunakan semprotan merica untuk melakukan penangkapan, sementara toko-toko dan satu stasiun metro tutup. [REUTERS / Tyrone Siu]

    Pengunjuk rasa anti UU Keamanan Nasional Hong Kong berdemo pada hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina, 1 Juli 2020. Ketika ribuan demonstran berkumpul di pusat kota untuk berdemonstrasi tahunan yang menandai hari peringatan penyerahan bekas jajahan Inggris ke Cina di 1997, polisi anti huru hara menggunakan semprotan merica untuk melakukan penangkapan, sementara toko-toko dan satu stasiun metro tutup. [REUTERS / Tyrone Siu]

    TEMPO.CO, Hong Kong – Mayoritas manajemen perusahaan Amerika Serikat di Hong Kong mengaku merasa khawatir terhadap penerapan UU keamanan nasional Hong Kong.

    Survei oleh Kamar Dagang Amerika Serikat atau Amcham menunjukkan sekitar sepertiga perusahaan berencana memindahkan aset atau bisnisnya untuk jangka panjang.

    Beijing mengesahkan UU keamanan nasional di Hong Kong pada dua pekan lalu. Ini membuat eskalasi ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat drastis.

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan mencabut status istimewa Hong Kong, yang membuat kota itu bisa menjadi pusat industri keuangan dunia.

    Survei oleh Amcham itu menunjukkan 51 persen perusahaan merasa sangat khawatir atas legislasi itu. Sedangkan 36.6 persen responden mengatakan agak khawatir. Survei ini melibatkan 183 perusahaan atau 15 persen dari total anggota Amcham.

    UU keamanan nasional Hong Kong itu mengatur ketentuan hukuman hingga seumur hidup untuk kejahatan upaya pemisahan diri, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing.

    Legislasi itu juga memungkinkan lembaga intelijen Cina beroperasi secara terbuka di Hong Kong untuk pertama kalinya.

    UU itu juga membuat polisi dan agen keamanan dari Beijing kekuasaan luas beroperasi di Hong Kong tanpa ada pengawasan dari pengadilan.

    Hubungan AS dan Cina, seperti dilansir CNN, terus menegang belakangan ini. Ketegangan terjadi terkait sengketa Laut Cina Selatan, Taiwan, Hong Kong, Xinjiang, hingga konflik Cina dengan India.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...