Heboh Video Kantor Berita Xinhua Klaim Batik dari Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerajinan batik di Kulon Progo berhenti produksi massal sejak Maret hingga Juni ini karena ikut terdampak pandemi Covid-19. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Kerajinan batik di Kulon Progo berhenti produksi massal sejak Maret hingga Juni ini karena ikut terdampak pandemi Covid-19. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia media sosial ramai oleh unggahan kantor berita Cina, Xinhua, yang mengunggah video yang menyebut batik sebagai kerajinan tradisional dari Cina.

    Video diunggah oleh akun Twitter China Xinhua News, @XHNews, pada 12 Juli dengan menunjukkan proses pembuatan batik pada latar video.

    "Batik adalah kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di Cina. Dengan menggunakan lilin leleh dan alat seperti spatula, orang-orang mewarnai kain dan memanaskannya untuk menghilangkan lilin. Lihatlah bagaimana kerajinan kuno berkembang di zaman modern.#AmazingChina," tulis keterangan yang menyertai unggahan video Xinhua dalam bahasa Inggris.

    Menurut laman situs web Intangible Cultural Heritage UNESCO, batik terdaftar sebagai warisan dunia yang berasal dari Indonesia. Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif Budaya Non-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009.

    Dikutip dari Antara, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata saat itu mengatakan UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan diakui serta dimasukkan dalam Daftar Representatif sebanyak 76 mata budaya.

    Netizen Indonesia berkomentar tentang asal-usul batik dan menyindir klaim tersebut.

    "Batik diambil dari bahasa Jawa 'ambatik' yang berarti menandai dengan titik-titik. Jadilah negeri yang bangga bukan dengan meniru dan mengklaim hak cipta bangsa lain," komentar akun @KikiNmaKecilku.

    "Batik adalah salah satu bentuk seni paling maju dari warisan budaya Indonesia yang kaya. Pada tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity," tulis pengguna Twitter @arifhasbullah.

    "Saya pikir 'Batik' bahkan tidak ada dalam kamus kalian," tulis @hi_kryst.

    Sementara pengguna Twitter lain menyindir dengan mengaitkan ke virus corona. "Saya sarankan kalian mengklaim Covid. Tidak ada negara yang mengklaimnya sampai sekarang," tulis salah satu pengguna bernama @Sean_Alma.

    Video Twitter Xinhua berdurasi 49 detik itu memperlihatkan seorang perempuan membuat motif batik bergambar burung pada kain dan motif bunga pada topi.

    "Batik adalah kerajinan tradisional Cina. (Batik) umumnya digunakan oleh kelompok etnis minoritas di Guizhou dan Yunan," tulis keterangan teks di dalam video.

    Xinhua juga menyebut bagaimana seni batik tetap mengikuti perkembangan zaman sampai era modern saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.