Area Hiburan Malam di Jepang Jadi Klaster Baru Penyebaran Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari eksotis Burlesque Aya Yumiko atau yang dikenal dalam nama panggungnya, Aya Mermaid, mencoba kostum panggung dan masker barunya yang telah selesai dijahirnya sendiri di tengah wabah virus Corona di rumahnya di Tokyo, Jepang, 21 April 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Penari eksotis Burlesque Aya Yumiko atau yang dikenal dalam nama panggungnya, Aya Mermaid, mencoba kostum panggung dan masker barunya yang telah selesai dijahirnya sendiri di tengah wabah virus Corona di rumahnya di Tokyo, Jepang, 21 April 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola tempat hiburan malam di Jepang harus bertindak cepat untuk memastikan mereka mematuhi aturan-aturan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Menteri Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura, pada Jumat, 10 Juli 2020 memperingatkan saat ini distrik-distrik hiburan malam telah menjadi area baru penyebaran virus corona.

    Peringatan dari Nishimura berkaca pada laporan pemerintah daerah Tokyo yang pada Jumat mencatat ada 243 kasus baru virus corona. Infeksi virus corona di Ibu Kota Jepang bertambah setelah Jepang mencabut status darurat nasional sebulan lalu. Kawasan red-light distrik Kabukicho telah menjadi sumber penyebaran virus corona.

    “Kita harus mengambil langkah cepat,” kata Nishimura, seperti dikutip dari asiaone.com.

    Pelanggan duduk di sebelah manekin yang ditempatkan disebelahnya untuk menjaga social distancing di tengah pandemi wabah Virus Corona di sebuah restoran bertema pemandu sorak 'Cheers One' di Tokyo, Jepang 3 Juni 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Kluster pertama penyebaran virus corona banyak ditemukan di klub-klub malam di Kabukicho. Di klub malam, biasanya laki-laki dengan pakaian rapi menghibur konsumen perempuan mereka dengan minuman, begitu pula sebaliknya konsumen laki-laki akan ditemani minum-minum oleh karyawan klub perempuan.  

    Wabah virus corona juga ditemukan di beberapa klub malam di kawasan red-light distrik di Ikebukuro serta beberapa café, di mana perempuan berpakaian ala pelayan untuk menghibur konsumen di Akihabara.

    “Infeksi muncul dari klub-klub malam sehingga penting untuk mengambil Langkah tegas di area itu. Kita perlu memastikan mereka mengikuti aturan,” kata Nishimura.

    Dalam keterangannya, Nishimura tidak menjelaskan detail langkah-langkah yang harus dilakukan klub-klub malam itu. Dia hanya mengatakan akan menemui para ahli dan kepala distrik-distrik hiburan malam pada Jumat 17 Juli 2020 untuk memutuskan kebijakan yang harus diambil.

    Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, juga akan ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Koike mengatakan pihaknya akan meningkatkan upaya mengedukasi para pekerja di hiburan malam, termasuk edukasi lewat video yang akan diunggah ke situs pemerintah daerah Tokyo pekan depan.

    Bertambahnya kasus harian virus corona di Tokyo seiring dengan naiknya jumlah orang yang dites virus corona menjadi 3 ribu orang per hari. Menteri Nishimura mengatakan otoritas harus lebih agresif menekan angka kenaikan penyebaran virus corona ini.

    Di Jepang, ada sekitar 20 ribu kasus virus corona. Sedangkan jumlah pasien meninggal karena virus ini 980 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.