Kunjung Rumah Sakit Militer, Donald Trump Memakai Masker

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pengunjung dengan dipisahkan kaca anti peluru dan Jefferson Memorial di latar belakangnya ketika dia berpidato dalam acara pada 4 Juli

    Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pengunjung dengan dipisahkan kaca anti peluru dan Jefferson Memorial di latar belakangnya ketika dia berpidato dalam acara pada 4 Juli "Salut ke Amerika" untuk merayakan Hari Kemerdekaan AS di Gedung Putih di Washington, AS, 4 Juli 2020. [REUTERS / Carlos Barria]

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berkali-kali berdinas tanpa memakai masker, Presiden Amerika Donald Trump akhirnya memakai alat pelindung diri tersebut. Trump memakai masker ketika berkunjung ke Rumah Sakit Militer Walter Reed di Washington, Sabtu waktu Amerika.

    "Saya pikir ketika anda berkunjung ke rumah sakit, apalagi dengan banyak prajurit terluka dan beberapa di antaranya baru selesai dioperasi, memakai masker adalah hal yang baik," ujar Trump kepada awak media di Rumah Sakit Militer Walter Reed, dikutip dari Reuters, Ahad, 12 Juli 2020. 

    Kemunculan Trump memakai masker kontras dengan sikapnya selama ini. Ia dikenal ogah memakai masker. Banyak kegiatan di mana ia memilih hadir tanpa alat pelindung diri itu, meski pandemi Corona mengancam. Bahkan, ia tidak memaksa warganya untuk memakai masker.

    Trump, selama ini, berpendapat memakai masker adalah pilihan pribadi. Oleh karenanya, jika situasi memang tidak mengharuskannya memakai masker, ia tidak akan memakai masker. Sikap itu ia pertahankan bahkan ketika pakar medis sudah memperingatkan bahwa penggunaan masker bisa menekan pandemi Corona.

    Berbagai reaksi muncul soal kemunculan Trump memakai masker. Ada yang menganggap Trump membuang-buang waktu selama ini, ada juga yang memaklumi. Juru bicara tim sukses Joe Biden, Andrew Bates, adalah sosok yang menganggap Trump tidak bertanggung jawab ketika tidak memakai masker.

    "Dibanding memimpin pengendalian pandemi Corona, ia malah membuang-buang hasil kerja keras pada petugas medis dengan tidak menyakinkan warga untuk melindungi satu sama lain (dengan memakai masker)," ujar Andrew Bates.

    Hingga berita ini ditulis, Amerika tercatat memiliki 3,3 juta kasus, 137 ribu korban jiwa, dan 1,2 juta pasien sembuh terkait pandemi Corona di sana.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.