Boris Johnson Minta Pegawai Kembali Kerja Demi Selamatkan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama pidato kenegaraan dari Downing Street No 10 di tengah wabah penyakit virus corona masih berlanjut, London, Inggris, 10 Mei 2020. [Andrew Parsons / No 10 Downing Street / Handout melalui REUTERS]

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama pidato kenegaraan dari Downing Street No 10 di tengah wabah penyakit virus corona masih berlanjut, London, Inggris, 10 Mei 2020. [Andrew Parsons / No 10 Downing Street / Handout melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan memberi tahu perusahaan minggu depan untuk mulai memerintahkan karyawannya kembali bekerja di kantor demi menyelamatkan ekonomi Inggris.

    Perdana Menteri akan menggunakan pembaruan tentang strategi virus untuk menekan perusahaan agar mulai memerintahkan karyawan mereka kembali ke tempat kerja jika aman, menurut laporan Daily Mail, 11 Juni 2020.

    Pemerintah Inggris saat ini mengeluarkan pedoman kesehatan seperti wajib memakai masker atau penutup wajah jika tidak dapat menjaga jarak dua meter di dalam ruangan.

    Sumber pemerintah mengatakan Johnson mengatakan kepada kepala Whitehall minggu ini untuk memberi contoh dengan mulai mengembalikan pegawai negeri kembali bekerja. Pada panggilan konferensi dengan 200 pegawai negeri senior, Johnson mengatakan bekerja di kantor lebih efisien dan produktif daripada bekerja dari rumah.

    Boris Johnson mengatakan dia pikir sudah waktunya bagi orang-orang untuk mulai bekerja di kantor.

    "Saya ingin orang-orang kembali bekerja semaksimal mungkin," katanya dalam sesi tanya jawab dengan anggota masyarakat pada Jumat, dikutip dari Reuters.

    Ekonomi Inggris menyusut 25% selama bulan Maret dan April ketika pandemi virus corona meningkat dan pemerintah memerintahkan seluruh sektor untuk ditutup.

    Pada hari Rabu, Menteri Keuangan Rishi Sunak mengatakan pemerintah akan memberi bonus kepada perusahaan yang mempekerjakan kembali staf yang dirumahkan, sebagai salah satu cara untuk memperlambat lonjakan pengangguran akibat wabah virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.