Amerika Hukum Iran Bayar Rp 12,3 T untuk Korban Bom Menara Khobar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Milisi Kataib Hizbullah beroperasi di Irak sejak 2003 dan didukung Iran. Reuters

    Milisi Kataib Hizbullah beroperasi di Irak sejak 2003 dan didukung Iran. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan federal Amerika menghukum Iran untuk membayar denda US$ 879 juta atau setara Rp 12,6 triliun kepada para korban ledakan bom Menara Khobar di Arab Saudi yang menjadi tempat tinggal para tentara Amerika pada 25 Juni 1996.

    Arab News melaporkan, Pengadilan federal Amerika memutuskan pemerintah Iran secara langsung terlibat dalam ledakan bom di Menara Khobar. Iran disebut memberikan dukungan material ke Hizbullah untuk meledak bom truk seberat 5 ribu pon.

    Para pelaku peledakan dilaporkan menyelundup masuk dari Lebanon.

    Bom yang meledak di Menara Khobar yang terletak di kota Alkhobar, dekat pangkalan angkatan udara King Abdulaziz dan kantor pusat Aramco di Dhahran menewaskan 19 personil angkatan udara Amerika dan seorang warga Arab Saudi, serta melukai 498 orang. Mereka yang bertahan hidup merupakan korban yang akan menerima dana denda dari Iran. 

    Putusan Pengadilan Federal Amerika menjatuhkan denda kepada Iran dianggap tidak cukup oleh para pengamat politik dan hubungan internasional.

    "Seseorang dapat memahami denda uang dalam kasus kecelakaan penembakan pesawat sipil baru-baru ini, tetapi dalam pengeboman teroris ini, harus ada respons militer. Respons yang seharusnya menjadi pencegah," kata Hamdan Al-Shehri kepada Arab News.

    "Tanggapan yang seharusnya menghentikan Iran dari melakukan tindakan teror semacam itu. Iran seharusnya tidak diizinkan untuk hanya membayar beberap juta dolar."

    Lagipula, kata Al-Shehri, Iran bukan sekali ini saja melakukan hal seperti ini bersama milisinya. Iran menurutnya bertanggung jawab dalam sejumlah pengeboman dan pembunuhan termasuk pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon, Rafic Hariri.

    Para pembunuhnya belum juga dihukum atas kejahatan sadisnya itu. Ahli di bidang isu-isu Iran di Harvard, Majid Rafizadeh mengatakan, putusan Pengadilan Federal Amerika terkait bom Menara Khobar menjadi bukti lebih lanjut bahwa Iran negara yang mensponsori terorisme dan terlibat dalam dukungan keuangan, politik, dan militer untuk milisi dan kelompok teroris yang ditunjuk di seluruh Timur Tengah dan di Barat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.