Laporan Al Jazeera Diduga Cemarkan Nama Baik Pemerintah Malaysia

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi saat peringatan Hari Buruh Internasional 2019 (May Day) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019. Dalam aksi peringatan May Day 2019 ini AJI menuntut kesejahteraan untuk seluruh jurnalis di Indonesia dan mengingatkan kasus persekusi dan PHK sepihak yang menghantui jurnalis Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Enam jurnalis Al Jazeera dimintai keterangan oleh Kepolisian Malaysia atas tuduhan pencemaran nama baik. Hal tersebut berkaitan dengan laporan Al Jazeera, dalam program 101 East, yang becerita tentang penangkapan ribuan pekerja migran selama lockdown Corona.

Menurut Kepolisian dan Pemerintah Malaysia, laporan Al Jazeera telah melanggar Undang-undang Komunikasi dan Multimedia. Sebab, laporan itu dianggap telah mencemarkan nama baik Pemerintah Malaysia lewat pemberitaan yang menyesatkan, tidak akurat, dan tidak berimbang.

"Al Jazeera harus meminta maaf kepada warga Malaysia. Tuduhan soal rasisme dan dikriminasi terhadap pekerja migran tidak terdaftar tidak benar," ujar Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob, dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 10 Juli 2020.

Al Jazeera tidak terpengaruh oleh langkah Pemerintah Malaysia. Dalam pernyataan persnya, Al Jazeera menegaskan bahwa mereka telah bekerja secara professional dan percaya akan kualitas karya jurnalistik mereka. Laporan Al Jazeera pun, kata mereka, sudah dibuat berimbang dengan juga menunjukkan keberhasilan Malaysia menangani pandemi Corona.

Meski berpegang teguh terhadap karya jurnalistik mereka, Al Jazeera mengaku khawatir akan keselamatan para jurnalisnya. Terutama, jurnalis Al Jazeera yang bertugas di Malaysia. Beberapa dari mereka mendapat ancaman pembunuhan paska laporan Al Jazeera ditayangkan.

"Menyerang jurnalis karena menjalankan tugas mereka bukanlah bentuk demokrasi yang menghormati kebebasan berpendapat, tapi tindak kriminal," ujar pernyataan pers Al Jazeera.

Kuasa hukum Al Jazeera, Hisyam Teh Pok Teik, menambahkan bahwa jurnalis Al Jazeera telah memenuhi semua kode etik jurnalistik dalam betugas. Upaya untuk meminta keterangan terhadap Pemerintah Malaysia pun sudah dilakukan sebelum laporan ditayangkan. Namun, permintaan tersebut tidak ada yang direspon.

"Tidak ada niatan apapun dari jurnalis Al Jazeera untuk membuat kegaduhan," ujar Teh.

Pemeriksaan keenam jurnalis Al Jazeera sudah usai sekitar pukul 03.00 waktu Malaysia. Kepala Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador, menyampaikan bahwa Jaksa Agung belum menentukan apakah akan lanjut memperkarakan Al Jazeera.

ISTMAN MP | AL JAZEERA






Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

4 jam lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Dilaporkan Bos KSP Indosurya, Alvin Lim Diperiksa Bareskrim Dua Pekan Lagi

15 hari lalu

Dilaporkan Bos KSP Indosurya, Alvin Lim Diperiksa Bareskrim Dua Pekan Lagi

Bareskrim segera memeriksa pendiri LQ Indonesia Law Firm yakni Alvin Lim dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan bos KSP Indosurya


Deolipa Yumara Belum Ada Jadwal Klarifikasi Laporan Balik soal Kasus Brigadir J

16 hari lalu

Deolipa Yumara Belum Ada Jadwal Klarifikasi Laporan Balik soal Kasus Brigadir J

Eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, dilaporkan ke polisi oleh Aliansi Advokat Anti Hoax perihal ucapannya dalam kasus Brigadir J dan Ferdy Sambo


Soal Laporan Erick Thohir, Faizal Assegaf Siap Dipenjara Bila Terbukti Bersalah

21 hari lalu

Soal Laporan Erick Thohir, Faizal Assegaf Siap Dipenjara Bila Terbukti Bersalah

Faizal Assegaf mengatakan tidak menulis apapun dalam video yang ia unggah. Menganggap kasus pencemaran nama baik sebagai masalah sepele.


Erick Thohir Laporkan Faizal Assegaf ke Bareskrim karena Fitnah Keji, Begini Kronologinya

30 hari lalu

Erick Thohir Laporkan Faizal Assegaf ke Bareskrim karena Fitnah Keji, Begini Kronologinya

Erick Thohir melaporkan aktivis Faizal Assegaf ke Bareskrim Polri karena kemarin. Bagaimana duduk persoalan dan kronologinya?


Viral Karyawan Alfamart Rekam Tanpa Izin Pencuri Cokelat, Pengacara: Tak Serta Merta Kena UU ITE

42 hari lalu

Viral Karyawan Alfamart Rekam Tanpa Izin Pencuri Cokelat, Pengacara: Tak Serta Merta Kena UU ITE

Boris Tampubolon mengungkapkan karyawan Alfamart yang merekam video atau mengambil foto tanpa izin tidak serta merta dapat dipidana dengan UU ITE.


Pesulap Merah Dilaporkan Persatuan Dukun, Ini Kata Polisi

44 hari lalu

Pesulap Merah Dilaporkan Persatuan Dukun, Ini Kata Polisi

Pesulap Merah, Marcel Radhival, dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan oleh Persatuan Dukun Indonesia.


Polda Jawa Timur Jadwalkan Periksa Samsudin dalam Kasus Pesulap Merah

46 hari lalu

Polda Jawa Timur Jadwalkan Periksa Samsudin dalam Kasus Pesulap Merah

Pesulap Merah dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.


Nikita Mirzani Jalani Wajib Lapor sebagai Tersangka UU ITE

56 hari lalu

Nikita Mirzani Jalani Wajib Lapor sebagai Tersangka UU ITE

Nikita Mirzani mendatangi Polres Serang Kota hari ini, Senin, 1 Agustus 2022


Komnas HAM Rekomendasikan Pemerintah dan DPR Kaji Ulang Revisi UU ITE

58 hari lalu

Komnas HAM Rekomendasikan Pemerintah dan DPR Kaji Ulang Revisi UU ITE

Komnas HAM merekomendasikan sejumlah poin untuk mengkaji ulang RUU ITE. Untuk menjamin penghormatan dan perlindungan terhadap HAM.