Wali Kota Seoul Park Won-soon Tewas Diduga Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Seoul, Korea Selatan Park Won-soon. [YONHAP via Korea Herald]

    Wali kota Seoul, Korea Selatan Park Won-soon. [YONHAP via Korea Herald]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali kota Seoul Park Won-soon diemukan tewas di pebukitan sekitar Gunung Bukak, tidak jauh dari rumahnya Jumat dini hari tadi. Park diduga bunuh diri. 

    Lebih dari 770 orang polisi dengan beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulans dikerahkan untuk mencari Wali Kota Seoul berusia 64 tahun itu,  setelah anak perempuannya melaporkan ke aparat polisi ayahnya hilang pada Kamis lalu.

    Penyebab kematiannya belum diketahui. Kondisi jasadnya juga tidak dijelaskan secara rinci. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian mantan aktivis demokrasi dan HAM ini.

    Namun, The Korea Herald dan Korea Times melaporkan sepertinya Park bunuh diri. Dan jika itu benar terjadi, Park menjadi pejabat tertinggi di Korea Selatan yang melakukan bunuh diri dalam sejarah negara itu.

    Adapun Pemerintah Kota Seoul mengatakan, Park tidak masuk kantor hari Kamis lalu karena sakit.

    Dalam pesan singkat kepada para wartawan pagi ini, pemerintah kota Seoul menjelaskan, seluruh acara dan pertemuan yang akan dihadiri Park kemarin dibatalkan karena alasan yang tidak dapat dihindarkan.

    Park diduga bunuh diri setelah mantan sekretaris pribadinya melaporkan secara resmi kasus pelecehan seksual dirinya ke aparat polisi pada Rabu, 8 Juli 2020.

    Dalam pengaduan, Park disebut melakukan pelecehan fisik maupun membuat pernyataan tak pantas melalui pesan singkatnya via telepon.

    Menurut anak perempuannya kepada polisi saat membuat laporan tentang ayahnya yang hilang, Wali kota Seoul itu meninggalkan rumah sekitar 4-5 jam setelah meninggalkan pesan dan kemudian menonaktifkan telepon selulernya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.