PM Trudeau Sebut Kanada Lebih Baik dari Amerika Soal Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, menggunakan masker saat memanen brokoli di perkebunan Ottawa Food Bank di Kanada, 1 Juli 2020. REUTERS/Blair Gable

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, menggunakan masker saat memanen brokoli di perkebunan Ottawa Food Bank di Kanada, 1 Juli 2020. REUTERS/Blair Gable

    TEMPO.COOttawa – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengatakan penanganan pandemi Covid-19 di negaranya lebih baik dibandingkan Amerika Serikat.

    Trudeau mengatakan ini di tengah merebaknya kasus baru Covid-19 di Amerika, yang menempati urutan pertama di dunia untuk jumlah total kasus Covid-19 atau Corona.

    Saat ini, AS mencatat ada lebih dari 3 juta kasus dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 132 ribu orang.

    Sebaliknya, Kanada, yang memiliki populasi hanya sepersepuluh dari AS, hanya mencatat 8.711 korban meninggal dan sekitar 106 ribu orang terpapar.

    “Kita mampu mengontrol virus ini lebih baik dari pada kebanyakan negara sekutu kita termasuk negara tetangga kita,” kata Trudeau.

    Ini membuat Kanada bisa memulihkan kembali ekonominya secara lebih mudah.

    Saat ini, seperti dilansir CNN, AS dan Kanada telah memblokir jalan lintas wilayah di perbatasan kedua negara.

    Namun, perjalanan yang bersifat penting masih bisa dilakukan. Pembatasan ini telah diperpanjang dan berlaku hingga 21 Juli 2020.

    Trudeau juga memutuskan tidak datang dalam pertemuan dengan Presiden AS, Donald Trump, terkait perjanjian dagang kedua negara dengan Meksiko.

    Ini karena Trudeau harus menjalani karantina 14 hari sekembalinya dari AS. Dia juga mengeluhkan kemungkinan AS mengenakan kenaikan tarif soal ekspor aluminium dari Kanada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.