FBI Investigasi 2000 Kasus Terkait Pemerintah Cina

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peretasan situs dan data. (Shutterstock)

    Ilustrasi peretasan situs dan data. (Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur FBI, Christopher Wray, menuding hacker Cina sudah mulai bergerak untuk meretas institusi farmasi dan penelitian Amerika. Ia bahkan menyatakan bahwa ada 2000 kasus terkait pemerintah Cina yang tengah diinvestigasi FBI. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi think tank di Washington pada Selasa kemarin.

    "Cina adalah ancaman jangka panjang terhadap informasi, kekayaan intelektual, dan ekonomi Amerika," ujar Christopher Wray sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu, 8 Juli 2020.

    Wray melanjutkan bahwa Presiden Cina, Xi Jinping, adalah figur yang mendalangi langsung serangan-serangan Cina ke Amerika. Dan, seiring dengan memburuknya pandemi Corona, kata Wray, Cina semakin agresif menyerang Amerika dengan berbagai cara.

    Salah satu cara yang dipakai Cina, menurut Wray, adalah seolah-olah menekan Amerika untuk meningkatkan responnya terhadap Corona. Wray berkata, sesungguhnya tekanan tersebut untuk memungkinkan Cina mencuri data penelitian Amerika.

    "Pemerintah Cina terlibat dalam kampanye pencurian yang luas dan massif. Kekuatan otoriternya memungkinkan Cina untuk melakukan semua itu dengan mudah," ujar Wray

    "Mereka kalkulatif, gigih, sabar, dan tidak terpengaruh oleh nilai-nilai demokratis yang berlaku di masyarakat," kata Wray menambahkan

    Ucapan Wray menyusul rencana Amerika melakukan serangan baru ke Cina. Awal pekan ini, Presiden Donald Trump dikabarkan akan menandatangi sebuah perintah eksekutif baru yang akan berkaitan dengan Cina. Dugaan yang beredar, hal itu akan berkaitan dengan keputusan Parlemen Cina mengesahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong

    Salah satu yang dikabarkan baru-baru ini adalah rencana Amerika memblokir aplikasi-aplikasi asal Cina, termasuk TikTok. Amerika menganggap aplikasi-aplikasi itu berbahaya karena menyuplai data pengguna ke Pemerintah Cina. Pemerintah Cina sendiri dituduh Amerika akan menggunakan dathttps://www.tempo.co/tag/amerikaa tersebut untuk mempermudah operasi intelijen mereka.

    Hingga berita ini ditulis, Cina belum memberikan tanggapan atas tuduhan yang dilayangkan FBI

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.