Mahasiswa Ini Dituduh Lakukan Kejahatan Seksual pada 50 Perempuan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmed Bassam Zaki, warga negara Mesir diduga melakukan kekerasan seksual pada lebih dari 50 perempuan. Sumber: assaultpolice / Instragram/middleeastmonitor.com

    Ahmed Bassam Zaki, warga negara Mesir diduga melakukan kekerasan seksual pada lebih dari 50 perempuan. Sumber: assaultpolice / Instragram/middleeastmonitor.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahmed Bassam Zaki, warga negara Mesir, 20 tahun-an, diduga telah melakukan kejahatan seksual pada lebih dari 50 perempuan. Dugaan ini tersebar setelah seorang mahasiswi dari Universitas Amerika di Kairo menuduhnya telah melakukan kekerasan seksual padanya dan teman-temannya pada 2018.

    Tuduhan itu oleh mahasiswi itu dipublikasi ke media sosial dengan detail kejadian. Unggahan itu dibanjiri ribuan komentar, namun pada awal pekan ini administrator telah menghapus unggahan tersebut.

    Setelah unggahan tersebut dihapus, puluhan perempuan yang diduga korban Bassam Zaki, menceritakan pengalaman tak enak mereka, termasuk kejadian yang terjadi pada 2016. Kasus ini menjadi trending di Arab dengan tagar 'the harasser Ahmed Bassam Zaki'. 

    Situs middleeastmonitor.com mewartakan laporan-laporan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Bassam Zaki terjadi saat dia kuliah di Universitas Amerika di Kairo dan EU Business School Barcelona. Pihak Business School Barcelona sudah membekukan status kemahasiswaan Bassam Zaki hingga investigasi lebih lanjut dilakukan.

    Beberapa perempuan mengaku Bassam Zaki telah memeras mereka menggunakan foto telanjang palsu. Bassam Zaki lalu mengancam akan membagikan gambar itu ke keluarga dan teman-teman mereka atau mengancam akan menyebarkan cerita seksual dia dengan korban.

    Pada 2016, Bassam Zaki adalah mahasiswa senior di American International School (AIS) di Kairo. Sumber mengkonfirmasi managemen sekolah menyadari adanya tuduhan terhadap Bassam Zaki, namun mereka tidak mengambil langkah tegas padanya.

    Ketika dugaan kejahatan seksual ini mencuat, muncul sebuah group di Facebook yang ditujukan untuk mengekspresikan solidaritas mereka pada Bassam Zaki dan meminta agar reputasinya tidak dirusak.

    Otoritas Mesir dihujani kritik karena terkadang suka membela pelaku, bukannya korban. Salah satu contoh kasus, pada 17 Mei 2020, Menna Abdel Aziz menceritakan di Facebook kalau temannya menjadi korban perkosaan. Yang terjadi kemudian, Aziz malah ditahan dengan tuduhan menghasut dan melanggar nilai-nilai keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.