Serius Nyapres, Kanye West Pecah Kongsi dengan Donald Trump

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Kanye West saat berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Amerika, Kamis, 11 Oktober 2018. Kanye West tampak mengenakan topi merah bertulisan slogan yang kerap disebut-sebut Donald Trump, Make America Great Again. REUTERS

    Ekspresi Kanye West saat berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Amerika, Kamis, 11 Oktober 2018. Kanye West tampak mengenakan topi merah bertulisan slogan yang kerap disebut-sebut Donald Trump, Make America Great Again. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi rap asal Amerika, Kanye West, menyatakan bahwa dirinya akan pecah kongsi dengan Presiden Donald Trump. Hal tersebut menyusul rencananya maju nyapres di Pemilu Presiden Amerika tahun ini.

    Kanye West berkata, dirinya mengikuti Pilpres Amerika untuk memenangkannya, bukan membantu Trump. Oleh karenanya, agar tidak ada konflik kepentingan, dirinya akan berhenti mendukung Donald Trump.

    "Saya melepas 'topi merah' saya," ujar Kanye West ketika diwawancarai Forbes, dikutip dari Reuters, Rabu, 8 Juli 2020.

    Topi merah yang dimaksud Kanye West adalah topi "Make America Great Again". Make America Great Again, atau biasa disingkat MAGA, adalah slogan Trump saat mencalonkan dirinya sebagai Presiden Amerika di tahun 2016. 

    Kanye West sendiri adalah pendukung utama Trump saat itu. Dia terang-terangan menunjukkan keberpihakannya pada sosok presiden yang kontroversial tersebut. Ketika dirinya diundang ke Gedung Putih, untuk menemui Trump, Kanye West menggunakan topi merah MAGA untuk menunjukkan dukungannya.

    "Seperti apapun yang saya lakukan selama ini, saya melakukan (pencalonan) ini untuk menang," ujar Kanye West menegaskan kembali komitmennya dan berhentinya ia mendukung Trump.

    Sejumlah analis menganggap Kanye West tidak benar-benar serius ingin maju nyapres. Kalaupun ia jadi nyapres, maka yang lebih diuntungkan adalah Trump. Efek ras dan status selebritas Kanye West, menurut analis, bisa menyedot dukungan komunitas kulit hitam dan anak muda dari Joe Biden, rival Trump dari Demokrat.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.