Balita 2 Tahun di Afrika Selatan Diduga Jadi Korban Perkosaan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Dr George Mukhari di Pretoria, Afrika Selatan. Sumber: mirror.co.uk

    Rumah Sakit Dr George Mukhari di Pretoria, Afrika Selatan. Sumber: mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Afrika Selatan sedang menginvestigasi sebuah kasus balita dua tahun yang diduga mengalami perkosaan ketika berada di sebuah barak isolasi virus corona. Serangan seksual yang memuakkan itu terjadi di Rumah Sakit George Mukhari di Pretoria, Afrika Selatan.

    Situs mirror.co.uk mewartakan tante balita tersebut menceritakan kepada media lokal bahwa anak tersebut dilarikan ke rumah sakit pada 15 Juni 2020 setelah mengalami gejala virus corona. Akan tetapi, setelah diperiksa dan dites hasilnya negatif. 

    Ilustrasi perkosaan. (disiniberita)

    Ketika balita tersebut diperbolehkan pulang, dia dalam kondisi kesakitan. Perawat pun mengatakan pada ibunya bahwa putrinya menangis dan dalam kondisi sangat tidak nyaman.

    “Saya melihat ada yang tidak beres dengan anak ini. Ketika ibunya mengganti popoknya, dia menemukan tanda-tanda putrinya sudah mengalami kekerasan seksual,” kata tante balita itu, yang namanya tidak dipublikasi demi menutupi identitas korban.

    Kecurigaan itu terkonfirmasi ketika ibu balita tersebut membawa anaknya kembali ke rumah sakit. Pemeriksaan fisik pun dilakukan pada balita perempuan tersebut.

    Pihak rumah sakit telah membuka investigasi atas kasus ini untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Juru bicara kepolisian Afrika Selatan Mathapelo Peters mengatakan pihaknya sedang menyelidiki dugaan kasus perkosaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.