Jepang Tambah Petugas Penyelamat Banjir di Pulau Kyushu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membantu warga untuk melakukan evakuasi akibat banjir bandang di Pulau Kyushu, Jepang pada 5 Juli 2020. Reuters

    Petugas membantu warga untuk melakukan evakuasi akibat banjir bandang di Pulau Kyushu, Jepang pada 5 Juli 2020. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jepang bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya intensitas hujan lebat di Pulau Kyushu barat daya.

    Pemerintah Jepang juga menambah upaya penyelamatan seiring bertambahnya jumlah korban tewas melebihi 50 orang di daerah yang dilanda banjir. Belasan orang dilaporkan masih hilang.

    Pemerintah mengatakan akan menggandakan jumlah personel penyelamat untuk membantu para korban banjir.

    Hujan deras menyebabkan tanah longsor yang menjadi bencana alam terburuk di Jepang sejak topan Hagibis menewaskan 90 orang pada Oktober 2019.

    Perdana Menteri Jepang, Abe Shinzo, mengatakan pemerintah akan menambah  personil penyelamat menjadi 80.000 orang.

    Ini termasuk sekitar 20.000 tentara. Seperti dilansir Reuters pada Selasa, 7 Juli 2020, Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga, mengatakan,"Hujan diperkirakan turun meluas dan membentang di Jepang dari barat ke timur.”

    Pemerintah juga mengerahkan polisi, Pasukan Bela Diri atau SDF Jepang dan satuan Penjaga Pantai untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.

    Suga meminta masyarakat melakukan pencegahan yang diperlukan agar aman. Kyodo News melaporkan setidaknya terjadi 71 tanah longsor di 12 prefektur. Kementerian Pertanahan Jepang mengatakan lebih dari 1,3 juta orang telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka.

    ADITYO NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.