Australia Peringatkan Warganya Berisiko Jadi Tahanan di Cina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa anti UU Keamanan Nasional Hong Kong berdemo pada hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina, 1 Juli 2020. Ketika ribuan demonstran berkumpul di pusat kota untuk berdemonstrasi tahunan yang menandai hari peringatan penyerahan bekas jajahan Inggris ke Cina di 1997, polisi anti huru hara menggunakan semprotan merica untuk melakukan penangkapan, sementara toko-toko dan satu stasiun metro tutup. [REUTERS / Tyrone Siu]

    Pengunjuk rasa anti UU Keamanan Nasional Hong Kong berdemo pada hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina, 1 Juli 2020. Ketika ribuan demonstran berkumpul di pusat kota untuk berdemonstrasi tahunan yang menandai hari peringatan penyerahan bekas jajahan Inggris ke Cina di 1997, polisi anti huru hara menggunakan semprotan merica untuk melakukan penangkapan, sementara toko-toko dan satu stasiun metro tutup. [REUTERS / Tyrone Siu]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Australia memperingatkan warganya bahwa mereka berisiko menjadi tahanan yang diperlakukan sewenang-wenang oleh Cina jika berkunjung ke negara ini.

    Ini peringatan baru yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan di situsu Smart Traveller Australia setelah Cina memberlakukan UU Keamanan Nasional Hong Kong.

    "Warga Australia kemungkinan berisiko menjadi tahanan sewenang-wenang," begitu pernyataan peringatan itu..

    Sebelumnya, situs itu memuat peringatan bahwa Otoritas Cina telah menangkap warga asing karena mereka membahayakan keamanan nasional.

    Hubungan diplomatik Australia dan Cina memanas setelah Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal muasal dan penyebaran virus corona yang muncul di kota Wuhan, Cina.

    Sejak itu, Australia menyarankan warganya agar tidak berkunjung ke Cina. Dalam situasi wabah virus corona, pemerintah Australia tidak diperkenankan meninggalkan negaranya tanpa pengecualian oleh Kementerian Dalam Negeri.

    Setelah Cina resmi memberlakukan UU Keamanan Nasional Hong Kong, Australia pun memperingatkan warganya bahwa mereka berisiko untuk ditangkap secara sewenang-wenang dan diekstradisi ke Cina.

    Australi pun telah menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong. Australia juga mengikuti langkah Inggris akan menawarkan warga Hong Kong untuk tinggal di Australia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.