Putin Bilang Ini setelah Amandemen Konstitusi Berlangsung

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Angkatan Darat Rusia, Oleg Salyukov, pergi setelah Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow, Rusia 24 Juni 2020. [REUTERS / Maxim Shemetov]

    Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Angkatan Darat Rusia, Oleg Salyukov, pergi setelah Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow, Rusia 24 Juni 2020. [REUTERS / Maxim Shemetov]

    TEMPO.COMoskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan amandemen konstitusi yang telah disetujui menciptakan kondisi bagi kemajuan pembangunan Rusia selama beberapa dekade ke depan.

    Perubahan konstitusi ini disetujui lewat pemungutan suara dalam referendum, yang berlangsung selama sepekan dan berakhir pada 1 Juli 2020. 

    “Saya sangat  yakin kita melakukan hal yang benar dengan melakukan amandemen untuk konstitusi saat ini,” kata Putin seperti dilansir kantor berita Rusia TASS dan dikutip Reuters pada Ahad, 5 Juli 2020.

    Salah satu perubahan amandemen yang terjadi adalah ketentuan yang memungkinkan Putin untuk maju sebanyak dua kali lagi untuk masa jabatan Presiden.

    Jika dia terpilih selama dua periode lagi, maka Putin akan berkuasa hingga 2036.

    Perubahan lain dalam konstitusi ini adalah mantan Presiden tidak bisa dituntut secara hukum.

    Lalu, ada referensi kepada Tuhan di dalam konstitusi baru ini.

    Konstitusi juga mengatur soal perlindungan pensiun dan menyatakan pernikahan sebagai penyatuan lelaki dan perempuan.

    Oposisi menilai amandemen ini sebagai ilegal dan tidak sah. Sedangkan grup pemantau referendum mengatakan ada masalah dalam proses pemungutan suara.

    Seusai referendum ini, Putin mengatakan,”Ini akan memperkuat bangsa kita dan menciptakan kondisi untuk pembangunan yang progresif bagi negara ini selama beberapa dekade ke depan,” kata Putin.

    Kremlin menyebut dukungan publik untuk amandemen konstitusi ini sebagai kemenangan bagi Putin.

    Menurut kantor berita TASS, Putin juga mengatakan amandemen konstitusi ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan konstitusi seperti yang dilakukan Uni Sovyet. Dia menyebut soal hak setiap negara untuk bisa menarik diri dari Uni Sovyet setelah bergabung selama beberapa tahun. “Ini adalah bom waktu yang harus kita hindari,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.