AS Pamer Kekuatan di Laut Cina Selatan, Cina: Itu Mainan Kertas

Parade angkatan laut Cina di Laut Cina Selatan terlihat dari satelit pencitraan, 28 Maret 2018. CNN - Planet Labs

TEMPO.CO, Jakarta - Untuk pertama kalinya dalam enam tahun, Amerika mengirim dua kapal induk sekaligus ke Laut Cina Selatan. Hal ini menjadi langkah terbaru dari Amerika untuk menunjukkan kekuatannya di Laut Cina Selatan seiring dengan makin agresifnya ekspansi Cina di sana.

Kedua kapal induk itu adalah USS Nimitz dan USS Ronald Reagan. Masing-masing membawa 60 pesawat, termasuk alutsista berupa misil jarak jauh dan bomber. Menurut analis sekaligus mantan Direktur US Pacific Command Joint Inteligence Center, Carl Schuster, dua kapal itu untuk mengingatkan Cina siapa yang terkuat di Laut Cina Selatan.

"Cina hanya memliki satu kapal perang operasional dengan status mendekati USS Nimitz dan Ronald Reagan. Secara kapasitas, juga tidak sebesar kedua kapal induk itu," ujar Carl Schuster sebagaimana dikutip dari CNN, 6 Juli 2020.

Diberitakan sebelumnya, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan dikirim ke Laut Cina Selatan oleh Amerika pada Sabtu pekan lalu, 4 Juli 2020. Amerika menyatakan, pengiriman dua kapal itu untuk menggelar latihan taktis dengan tujuan memperkuat pertahanan di udara dan lautan. Itulah kenapa alutsista lengkap di bawa kedua kapal induk itu.

Selain untuk memperkuat respon dan pertahanan, Amerika juga mengirim kedua kapal tersebut untuk memastikan sekutu-sekutunya berani melaut di laut Cina Selatan. Sejak Cina semakin agresif di Laut Cina Selatan, semua kapal negara lain direspon keras oleh Cina.

Kapal tempur USS Ronald Reagan dan kapal pertahanan Jepang JS Izumo, sedang beroperasi di Laut Cina Selatan. Sumber: JMSDF/US Navy/Handout via Reuters/aljazeera.com

Berbarengan dengan pengiriman dua kapal itu, Cina juga menggelar latihan serupa di sekitar Kepulauan Paracel. Paracel diklaim sepihak oleh Cina sebagai miliknya, tidak menghiraukan Taiwan dan Vietnam yang juga memiliki perairan di sana. Cina mengaku berhak melakukan apapun di sekitar Paracel karena masih merupakan daerah mereka.

"Perbedaan skala daya tempur yang ditunjukkan di depan Cina adalah sinyal Amerika untuk menunjukkan siapa yang terkuat di Laut Cina Selatan," ujat Schuster.

Schuster menambahkan bahwa mengoperasikan dua kapal di Laut Cina Selatan lebih beresiko dibandingkan di laut Filipina. Laut Filipina adalah laut bebas, sementara Laut Cina Selatan adalah daerah konflik di mana berbagai negara saling klaim.

"Amerika sampai menerbangkan pesawat bomber B-52 yang terbang non stop 28 jam dari Louisiana untuk ikut latihan di Laut Cina Selatan. Itu untuk menunjukkan betapa cepatnya respon militer Amerika," ujar Schusyer.

Cina bergeming. Mereka ganti mengklaim bahwa kekuatan militer mereka tidak kalah dari Amerika. Sebagai buktinya, Cina mengaku membawa misil anti-kapal induk seperti DF-21D dan DF-26.

"Apa yang ditunjukkan Amerika tidak lebih dari macan kertas di depan Cina," ujar Pemerintah Cina di Global Times.

ISTMAN MP | CNN






Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

40 menit lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.


Mengenal 12 Shio, Pertama Tikus Terakhir Babi, Shio Kelinci Urutan Berapa?

4 jam lalu

Mengenal 12 Shio, Pertama Tikus Terakhir Babi, Shio Kelinci Urutan Berapa?

Shio dipercaya menggambarkan ramalan hidup seseorang.


Jokowi Pakai Cheongsam Saat Hadiri Imlek Nasional, Pakaian Tradisional Sejak Dinasti Qing

8 jam lalu

Jokowi Pakai Cheongsam Saat Hadiri Imlek Nasional, Pakaian Tradisional Sejak Dinasti Qing

Pakaian Cheongsam Presiden Joko Widodo atau Jokowi menarik perhatian. Jenis pakaian tradisional khas Cina sejak era Dinasti Qing.


Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

11 jam lalu

Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

Bill Gates memuji ekonomi Cina sebagai kemenangan besar untuk dunia.


Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

13 jam lalu

Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

Cina dan Amerika Serikat kemungkinan bisa berperang tiga dua tahun lagi, menurut jenderal bintang empat AS. Apa penyebabnya?


Erick Thohir: Kita Negara Muslim Terbesar, tapi Tak Masuk Produsen Produk Halal Terbesar

1 hari lalu

Erick Thohir: Kita Negara Muslim Terbesar, tapi Tak Masuk Produsen Produk Halal Terbesar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut Indonesia belum memaksimalkan potensi ekspor produk halal.


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

1 hari lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


AS Unjuk Kekuatan Militer di Laut China Selatan

2 hari lalu

AS Unjuk Kekuatan Militer di Laut China Selatan

Pesawat tempur dan helikopter AS beserta kapal induk USS Nimitz melakukan latihan di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim China.


Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

2 hari lalu

Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Amerika cukup jauh hingga lebih dari 10 jam karena perbedaan letak astronomis.


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

3 hari lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.