Covid-19, Tentara Jaga Perbatasan Victoria - New South Wales

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas pengujian virus corona  yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS

    Fasilitas pengujian virus corona yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS

    TEMPO.COMelbourne – Pemerintah negara bagian Victoria, Australia, mengatakan pemblokiran lintas batas dengan New South Wales sebagai langkah yang tepat untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19.

    “Ini tindakan yang benar. Keputusan yang tepat saat ini melihat tantangan besar yang kita hadapi untuk meredam penyebaran Covid-19 ini,” kata Daniel Andrews, premier Victoria, seperti dilansir Reuters pada Selasa, 6 Juli 2020.

    Keputusan penutupan perbatasan dengan New South Wales ini berlaku efektif sejak Selasa ini mulai pukul 11.59 malam waktu setempat.

    Keputusan ini menjadi pukulan untuk pemulihan ekonomi Australia. Saat ini, ekonomi negeri kangguru sedang menuju resesi pertama dalam tiga dekade terakhir.

    Perbatasan Victoria dengan negara bagian lainnya yaitu Australia Selatan telah ditutup terlebih dulu.

    Premier New South Wales, Gladys Berejiklian, mengatakan pemerintah belum menetapkan berapa lama masa penutupan lintas batas dengan Victoria.

    Perbatasan kedua negara bagian ini akan dijaga oleh pasukan militer untuk mencegah terjadinya lintas batas secara ilegal.

    Ada 55 jalan lintas batas antara kedua negara bagian, taman konservasi alam, dan sungai yang melintasi New South Wales dan Victoria.

    Wabah Covid-19 ini merebak pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina bagian tengah pada Desember 2019 seperti dilansir Channel News Asia. Australia mencatat sekitar 8.400 kasus Covid-19 dengan 105 orang meninggal.

    Wabah Covid-19 ini telah menyebar ke sekitar 190 negara dengan jumlah total kasus 11.43 juta kasus. Korban meninggal sebanyak sekitar 532 ribu kasus. Dan total korban sembuh sebanyak 5.87 juta orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.