Covid-19 Merebak, Australia Tutup Perbatasan Dua Negara Bagian

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas pengujian drive-through virus corona (COVID-19) yang didirikan saat Victoria mengalami peningkatan wabah kasus, di Melbourne, Australia, 25 Juni 2020. Gambar AAP/Daniel Pockett via REUTERS

    Fasilitas pengujian drive-through virus corona (COVID-19) yang didirikan saat Victoria mengalami peningkatan wabah kasus, di Melbourne, Australia, 25 Juni 2020. Gambar AAP/Daniel Pockett via REUTERS

    TEMPO.COSydney – Pemerintah Australia menutup perbatasan dua negara bagian dengan populasi terpadat karena penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Melbourne.

    Penutupan perbatasan negara bagian Victoria dan New South Wales merupakan yang pertama dalam satu abad terakhir.

    “Pemerintah pernah melarang pergerakan lintas batas kedua negara bagian saat pandemi flu Spanyol pada 1919,” begitu dilansir Reuters pada Senin, 6 Juli 2020.

    Jumlah kasus baru Covid-19 atau Corona di daerah pinggiran Melbourne, yang merupakan ibu kota Victoria, meningkat selama beberapa hari terakhir.

    Otoritas mencatat ada 127 kasus baru Covid-19 pada Senin, yang merupakan lonjakan tertinggi sejak pandemi ini terjadi.

    Satu orang meninggal, yang merupakan kasus korban tewas pertama dalam dua pekan terakhir.

    Ini membuat total korban meninggal akibat Covid-19 di Australia menjadi 105 orang.

    Ini memicu otoritas Victoria mengeluarkan perintah lockdown ketat atau penutupan wilayah di 30 area di pinggiran Kota Melbourne.

    Pemerintah juga berkukuh melakukan lockdown penuh terhadap 9 menara apartemen publik, yang dihuni sekitar 3 ribu orang.

    Wabah Covid-19 ini merebak pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina bagian tengah pada Desember 2019. Australia mencatat sekitar 8.400 kasus Covid-19 dengan 105 orang meninggal.

    Wabah Covid-19 ini telah menyebar ke sekitar 190 negara dengan jumlah total kasus 11.43 juta kasus. Korban meninggal sebanyak sekitar 532 ribu kasus. Dan total korban sembuh sebanyak 5.87 juta orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.