Covid-19, Jacinda Ardern Tambah Kredit Bagi Pengusaha Kecil

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern tersenyum ketika menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 22 Januari 2019. [REUTERS / Arnd Wiegmann]

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern tersenyum ketika menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 22 Januari 2019. [REUTERS / Arnd Wiegmann]

    TEMPO.COAuckland – Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, memulai kampanye dengan janji tambahan kredit untuk pengusaha kecil dan lebih banyak lapangan kerja seiring dampak memburuknya ekonomi akibat pandemi Covid-19.

    Selandia Baru bakal menggelar pemilihan umum pada September 2020.

    “Tidak ada buku panduan untuk menangani Covid-19. Tidak ada buku panduan untuk pemulihan ekonomi,” kata Ardern dalam kongres Partai Buruh Auckland seperti dilansir Reuters pada Ahad, 5 Juli 2020.

    Ardern muncul sebagai PM paling populer di Selandia Baru dalam seabad terakhir.

    Popularitas Ardern meningkat seiring kebijakannya yang dinilai berhasil menekan penyebaran pandemi Covid-19.

    Dia juga dinilai berhasil dalam menangani aksi terorisme yang terjadi pada awal 2019.

    Partai Buruh yang menyokong Ardern membentuk koalisi bersama Partai Hijau dan Partai Selandia Baru Pertama, yang berhaluan nasionalis.

    Koalisi ini akan berhadapan dengan Partai Nasional, yang bakal mengangkat tema pandemi Covid-19.

    Jika popularitas Ardern mampu mendongkrak perolehan suara Partai Buruh, maka partai ini bisa memerintah tanpa koalisi.

    Selandia Baru sempat mengalami resesi pada awal penyebaran Covid-19.

    Ini terjadi karena pemerintah terpaksa menerapkan lockdown, yang melumpuhkan kegiatan sosial dan ekonomi, untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

    Selain Selandia Baru, seperti dilansir Channel News Asia, sejumlah negara juga menggelontorkan paket stimulus ekonomi berupa kredit murah bagi pengusaha kecil dan menengah.

    Ini dilakukan oleh Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Australia dan Uni Eropa. Paket stimulus ekonomi ini untuk menjaga agar ekonomi tidak mengalami resesi parah akibat pandemi Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.