Covid-19, Otoritas Victoria Australia Kukuh Lockdown Apartemen

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas pengujian virus corona  yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS

    Fasilitas pengujian virus corona yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS

    TEMPO.COMelbourne – Premier negara bagian Victoria, Australia, Daniel Andrews, membela keputusannya menerapkan karantina wilayah atau lockdown di wilayah pinggiran ibu kota Melbourne terkait merebaknya pandemi Covid-19.

    Lockdown atau larangan ke luar rumah ini juga berlaku bagi sembilan menara apartemen publik, yang terpapar virus Corona.

    Ada 74 kasus baru Covid-19 pada Ahad setelah tercatat 108 kasus sehari sebelumnya di negara bagian dengan populasi terpadat kedua di Australia ini. 

    Ini membuat Andrews mengeluarkan perintah karantina kepada sekitar 3 ribu orang penghuni menara apartemen publik selama setidaknya 5 hari.

    “Ini bakal menjadi pengalaman tidak menyenangkan bagi penghuni menara. Tapi saya punya pesan untuk para penghuni: ini bukan hukuman tapi proteksi bagi kalian,” kata Andrews dalam konferensi yang disiarkan langsung televisi setempat dan dikutip Reuters pada Ahad, 5 Juli 2020.

    Andrews juga menjanjikan subsidi pembayaran sewa gratis selama dua pekan bagi para penghuni apartemen publik ini.

    Pekerja medis bakal datang dan melakukan test swab kepada para penghuni apartemen untuk mengetahui apakah mereka terjangkit Covid-19 atau tidak.

    Kepala Kantor Kesehatan Victoria, Brett Sutton, mengatakan sifat komunal dari apartemen membuat lokasi ini rawan penyebaran Covid-19.

    Wabah Covid-19 atau virus Corona ini berasal dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah.

    Pandemi ini menyebar ke sekitar 190 negara dan telah mengenai sekitar 11.3 juta orang. Australia mencatat sekitar 8.400 kasus Covid-19 dengan 14 orang meninggal.

    Sekitar 530 ribu orang meninggal akibat terpapar Covid-19, yang menyebabkan radang paru-paru. Sebanyak 5.76 juta orang berhasil sembuh dari wabah ini setelah menjalani perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.