Perjalanan Ayah Boris Johnson ke Yunani Disorot Publik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stanley Johnson, ayah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Sumber: Reuters

    Stanley Johnson, ayah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Stanley Johnson, ayah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, melakukan perjalanan ke Yunani, padahal Pemerintah Inggris sudah menasehati warga negaranya agar menghindari perjalanan ke luar negari untuk hal yang tidak mendesak. Sumber di Pemerintah Yunani mengatakan Stanley tiba di Negeri para Dewa itu pada Kamis, 2 Juli 2020, melalui Bulgaria.

    Di Yunani, Stanley bergerak menuju daerah Pelion, di mana dia punya rumah liburan di sana. Stanley mengatakan kepada para reporter dia melakukan sebuah perjalanan bisnis.

    “Saya tidak tahu seperti apa reaksi masyarakat Inggris. Saya datang ke sini agar punya waktu yang tenang untuk mengurus rumah,” kata Stanley, mengacu pada langkah-langkah mengamankan properti dari Covid-19.

    PM Inggris Boris Johnson mengacungkan jempolnya di luar kediaman 10 Downing Street di London, Inggris, 26 Maret 2020. Johnson akan tetap memimpin rapat harian yang membahas Covid-19 lewat video conference. REUTERS/Hannah McKay

    Situs reuters.com mewartakan Stanley berencana pulang ke Inggris pada 10 Juli 2020. Sebelumnya pada Jumat, 3 Juli 2020, Kementerian Luar Negeri Inggris membuat pengecualian perjalanan ke luar negeri, yang sarankan hanya bagi mereka yang punya kepentingan mendesak. Aturan ini berlaku per Sabtu, 4 Juli 2020.  

    Stanley mengatakan foto-foto yang dia unggah ke Instagram tidak ditujukan untuk menantang aturan atau semacam itu. Perdana Menteri Boris pun ditanyai wartawan soal sikap ayahnya pada Jumat kemarin.

    “Saya rasa Anda harus menanyakan itu kepadanya,” kata Boris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.