Berlin Ubah Nama-nama Stasiun yang Dianggap Rasis dan Merendahkan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di antara protes yang bermunculan di seluruh dunia setelah pembunuhan George Floyd, mural bergambar Floyd muncul pada sisa Tembok Berlin. Foto: Omer Messinger/Sipa/AP

    Di antara protes yang bermunculan di seluruh dunia setelah pembunuhan George Floyd, mural bergambar Floyd muncul pada sisa Tembok Berlin. Foto: Omer Messinger/Sipa/AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahan transportasi publik Berlin, BVG, menyampaikan bahwa mereka akan memperbarui nama-nama stasiun yang bernada rasis atau merendahkan. Mereka menargetkan proses penggantian nama tersebut akan usai sepenuhnya di akhir tahun nanti.

    Dikutip dari kantor berita Reuters, perubahan itu akan berisfat menyeluruh. Dengan kata lain, penyesuaian juga akan dilakukan pada peta jalan, petunjuk jalan, aplikasi peta, panduan perjalanan, dan nama trayek bus.

    "Kami akan mengganti semuanya mulai dari petunjuk di stasiun hingga ke terminal bus. Semua harus disesuaikan," ujar anggota dewan direksi BVG, Rolf Erfurt, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Erfurt menjelaskan, rencana perubahan ini adalah bentuk respon terhadap peristiwa rasisme yang terjadi di berbagai negara. Menurutnya, tidak pantas apabila BVG mempertahankan nama-nama stasiun yang memiliki jejak rasisme dan kolonialisme.

    Salah satu nama stasiun yang akan diganti adalah Mohrenstrasse. Secara harafiah, Mohrenstrasse diartikan sebagai Jalan Moor. Jalan Moor kerap dipakai untuk menjuluki lokasi pemukiman warga keturunan Afrika.

    Nama stasiun itu akan diganti menjadi Glinkastrasse. Nama tersebut diambil dari nama komposer asal Rusia Abad 19, Mikhail Ivanovich Glinka. Kebetulan, di dekat stasiun, ada juga jalan yang namanya diambil dari Mikhail Ivanovich Glinka.

    Warga mengapresiasi rencana BVG memperbarui nama-nama stasiun di Berlin. Menurut mereka, hal itu pas dengan semangat Black Lives Matter yang tengah menjadi fokus paska pembunuhan George Floyd di Amerika.

    "Saya harap nama-nama jalan juga diperbarui, jangan nama-nama stasiun saja. Menurut saya, di Abad 21 ini, sudah seharusnya kita menghapus jejak-jejak rasisme," ujar warga Berlin, Akwasi Osei-Dwomoh.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.