Menteri Luar Negeri Pakistan Terinfeksi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi pada Jumat, 3 Juli 2020, mengumumkan dia telah menjalani tes virus corona dan hasilnya positif. Pengumuman itu disampaikan beberapa hari setelah digelarnya pertemuan tingkat tinggi, termasuk dengan utusan khusus Amerika Serikat untuk Afgansitan, Zalmay Khalilzad di Ibu Kota Islamabad.

    “Sore ini saya merasa sedikit demam dan saya segera melakukan karantina mandiri,” kata Qureshi di Twitter.

    Kasus virus corona di Pakistan mencapai 510 kasus sehingga mendesak Pakistan International Airlines dihentikan sementara. Sumber: aa.com.tr

    Situs asiaone.com mewartakan Qureshi merasa sehat kendati positif kena Covid-19 atau virus corona dan dia menyatakan mampu menjalani tugas-tugasnya dari rumah.

    Dalam beberapa hari terakhir, Qureshi telah melakukan kontak dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di parlemen dan mengikuti sebuah pertemuan kabinet pada Rabu, 1 Juli 2020. Pada Rabu itu, Qureshi juga melakukan pertemuan dengan Khalilzad yang sedang melakukan perjalanan ke Pakistan untuk mendiskusikan kemajuan proses perdamaian di Afganistan.

    Pakistan melaporkan sudah ada 221.896 kasus virus corona di negara itu. Dari jumlah tersebut, 4.451 berakhir dengan kematian.

    Jumlah kasus harian virus corona di Pakistan masih terus mengalami peningkatan sekitar 4 ribu kasus per hari. Selain Qureshi, beberapa pejabat tinggi di Pemerintah Pakistan juga terkena virus corona, diantaranya adalah Menteri urusan Perkereta Apian Sheikh Rasheed  dan Juru bicara Majelis Rendah Pakistan, Asad Qaiser.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.