Covid-19, Senator Amerika Ini Terkejut Kursi Pesawat Penuh

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senator Amerika akan menginisiasi undang-undang untuk melarang penjualan kursi barisan tengah pesawat selamat Covid-19 terjadi. KTVZ

    Senator Amerika akan menginisiasi undang-undang untuk melarang penjualan kursi barisan tengah pesawat selamat Covid-19 terjadi. KTVZ

    TEMPO.COOregon – Seorang senator Amerika Serikat mengatakan akan menginisiasi undang-undang untuk melarang maskapai penerbangan menjual deretan kursi tengah pesawat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Senator Jeff Merkley asal Oregon ini mengatakan rencananya itu setelah menggunakan layanan maskapai American Airlines.

    Saat itu, dia melihat bayak penumpang pesawat duduk di kursi barisan tengah, yang sedianya kosong karena terkait aturan social distancing atau menjaga jarak secara fisik antar orang.

    Hanya sebagian penumpang yang mengenakan masker wajah di pesawat.

    “Berapa banyak orang Amerika akan meninggal karena manajemen maskapai ini mengisi barisan kursi bagian tengah,” kata Merkley lewat cuitan di Twitter seperti dilansir CNN pada Sabtu, 4 Juli 2020.

    Merkley mengatakan penumpang pesawat terlihat duduk bersebelahan sehingga berdekatan satu sama lain selama berjam-jam penerbangan.

    “Ini sangat tidak bertanggung jawab,” kata Merkley, yang berasal dari Partai Demokrat, sambil mengunggah foto penumpang di akun Twitternya.

    Dia mengatakan akan menggalang dukungan dari senator lain untuk meloloskan undang-undang yang melarang penjualan kursi bagian tengah pesawat hingga pandemi Covid-19 berakhir.

    Saat ini, seperti dilansir Reuters, ada 36 negara bagian AS yang mengalami lonjakan kasus baru Covid-19. Ini membuat pemerintah negara bagian seperti New York memperketat kedatangan orang-orang dari wilayah lain di AS ke wilayahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.