Dua Kapal Induk Amerika Sambangi Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MV-22 Osprey lepas landas dari kapl serbu amfibi USS Wasp (LHD 1) di perairan Jepang, 23 Maret 2018. Osprey merupakan pesawat angkut pasukan berbasis kapal serbu amfibi dan kapal induk Amerika Serikat. REUTERS/Issei Kato

    MV-22 Osprey lepas landas dari kapl serbu amfibi USS Wasp (LHD 1) di perairan Jepang, 23 Maret 2018. Osprey merupakan pesawat angkut pasukan berbasis kapal serbu amfibi dan kapal induk Amerika Serikat. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.COWashington – Dua kapal induk angkatan laut Amerika Serikat menggelar latihan militer di wilayah sengketa Laut Cina Selatan pada Sabtu, 4 Juli 2020.

    Latihan ini berlangsung bersamaan dengan latihan militer Cina, yang dikritik Pentagon dan negara sekitar Laut Cina Selatan.

    “Tujuan dari latihan ini merupakan sinyal jelas kepada mitra dan sekutu bahwa kami berkomitmen terhadap keamanan dan stabilitas kawasan ini,” kata Wakil Laksamana George M. Wikoff seperti dilansir Reuters pada Sabtu, 4 Juli 2020.

    Dua kapal induk Amerika yang turun dalam latihan ini adalah USS Nimitz dan USS Ronald Reagan.

    Kehadiran kedua kapal perang supercanggih ini adalah untuk mendukung navigasi bebas dan terbuka di kawasan laut Indo-Pacifik.

    AL Amerika tidak menjelaskan secara detil mengenai lokasi latihan Laut Cina Selatan, yang merentang sejauh 1.500 kilometer.

    Wikoff, yang menjadi komandan dalam grup tempur pimpinan USS Ronald Reagan ini mengatakan latihan ini bukan respon terhadap latihan militer yang digelar Cina.

    Namun, Pentagon telah mengritik latihan militer Cina pada pekan ini sebagai kontra-produktif terhadap upaya untuk menurunkan ketegangan dan menjaga stabilitas.

    Saat ini, Cina mengeklaim sekitar 90 persen wilayah Laut Cina Selatan sehingga berkonflik dengan Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

    “Cina menolak kritik AS terhadap latihan militernya pada Jumat dan mengatakan Amerika bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di kawasan ini,” begitu dilansir Reuters.

    Sekitar dua pekan lalu, AL Amerika juga mengerahkan tiga kapal perang untuk menjaga kebebasan navigasi di wilayah Laut Cina Selatan. Kehadiran tiga kapal perang ini mendapat kritik dari Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.